Review

Review Film Terbang Menembus Langit, ajak penonton melanglang susuri kota Surabaya

Sebelum saya me- Review Film Terbang: Menembus Langit, saya mau cerita Meet n Greet nya dulu.

Dari sekian Gala Premiere, Launching film Terbang: Menembus Langit bagi saya adalah yang ‘paling mewah’.

Disaat produser-produser sibuk menyimpan dana besar buat biaya promosi iklan di seantero media promosi, film Terbang justru menggelontorkan biaya untuk bermewah-mewahan menyenangkan penonton perdananya.

“Mbak, nanti ke atrium dulu ya ikut acara Meet n Greet” pesan panitia melalui aplikasi chatting.

Harusnya saya nggak perlu repot memperhitungkan sesuatu yang mestinya gak penting saya pikirkan, apatah melihat panggung besar di atrium utama Mall CiWo sekaligus seluruh studio XXi menayangkan film Terbang untuk dijadikan arena nobar, di mata saya sungguh usaha yang luar biasa.

Makluuum, pengalaman saya selama ini saat mengikuti nobar film plus meet n greet, kemasanya gak segitunya. Paling banter diadakan di dalam bioskop. Cahaya remang, bahkan untuk selfie bareng artis saja udah mending meskipun hasilnya burem. Seringnya malah cuma dikasih tiket doang, hehe..

Sinopsis Film Terbang: Menembus Langit

Dion Wiyoko dan Laura Basuki adalah pemeran utama film ini. Akan tetapi saya malah terkejut dengan sosok Delon, Baim Wong, Marcel Darwin, Dinda Hauw yang ikut terjun di dalamnya. Nama-nama yang terbukti keren di dunia perfilman.

Sebelumnya saya memang tidak melihat trailernya di Youtube atau kepoin akun @demi_istri Production supaya saat nonton di bioskop tidak berpikiran macem-macem yang biasanya selalu mengganggu alur berpikir saya.

Melihat wajah-wajah oriental beterbaran dalam satu frame, pertanyaan pertama yang muncul adalah, “jangan-jangan film ini mengangkat biografi seorang pengusaha?”

Film ini mengambil setting 3 kota, Tarakan, Surabaya, dan Jakarta. Di awal-awal cerita udah langsung ketebak film ini mengisahkan keluarga (maaf) Cina yang sederhana. Sebuah keluarga dengan 8 anak yang menyanjung sistem gotong royong antar anggota keluarga.

Saya suka film model begini, seenggaknya bisa menambah pengetahuan tradisi keluarga Tionghoa. Diam-diam saya menghapal panggilan antar saudara versi orang hokkien, kayak Jiu Jiu, Jiu Ma, Koko, Cici, hehe..

Seperti yang kita tau orang Tionghoa terkenal ulet. Jatuh bangun membangun usaha dianggap hal yang biasa. Dan film ini mengajarkan penonton untuk berani melepas zona nyaman, lepas dari pegawai kantoran, memulai menjadi pengusaha.

“Kamu ini lho nggak capek apa gagal terus?”

Kalau kamu ingin menjadi seorang pengusaha, tontonan ini akan mengubah pola pikirmu secara drastis. Bagaimana cara memulai usaha, divisualkan oleh film ini.

Berkisah tentang perjalanan seorang Achun. Achun adalah seorang Onggy Hianata, pengusaha sukses yang merangkap sebagai motivator. Dan film Terbang: Menembus Langit menceritakan perjalanan hidup seorang Onggy.

Sedikit sekuel obrolan Achun kepada kakaknya:

“Kalau sekolah bisa kaya, ya?” tanya Achun kecil.
“Kalau sekolah bisa jadi pinter, Kalau pinter bisa jadi sukses”

Berpegang pada nasehat Ayah, Onggy ingin ke Surabaya mengejar kesuksesan. Berbagai usaha dilakukan Onggy untuk membiayai hidup dan kuliah di Surabaya.

Saya suka bagian adegan di Surabaya. Fajar Nugros sebagai sutradara dan penulis skenario sukses memunculkan ciri khas Arek Suroboyo dalam filmnya.

Saat nonton film ini saya seakan berkelana menelusuri Surabaya tahun 90-an dan bermain tebak-tebakan sendiri. Seru, saya bisa menandai beberapa daerah seperti Kembang Kuning, Jalan Veteran, Kalisosok, Pasar Atom, dan gang-gang kecil yang sulit dideteksi.

Pulang nonton film saya jadi pengen melakukan napak tilas lokasi syuting film ini. Terutama rumah Chandra yang dipakai salon dan rumah Onggy yang dipakai usaha membuat krupuk.

Yang tak kalah seru ada lawakan Suroboyonya yang dibawakan oleh Cak Kartolo yang berperan sebagi pedagang nasi goreng keliling. Menurut saya film ini digarap serius dan melalui survey yang detail sehingga tak ada dialek Jawa yang terdengar kaku. Bahkan Laura Basuki pun mampu berdialek Suroboyo dengan apik.

Tenggelam dalam film ini menyisakan kerinduan saya akan suasana Indonesia pada masa Orde Lama yang kental dengan sikap tenggang rasa dan Kebhinnekaan. Tidak ada gadget, yang ada tombokan SDSB hehe..

Lebih dari itu saya jadi banyak belajar bagaimana bersikap menjadi seorang pegawai profesional. Seperti Onggy muda yang jualan buah segar, lalu jualan jagung bakar, kemudian beralih profesi menjadi produsen krupuk.

Namanya juga film, meski ada beberapa bagian yang memunculkan komen, “kok tau-tau si ini jualan krupuk?” saya pun turut mengeluarkan opini, “lah kirain usaha MLM, ternyata jadi motivator”, namun film ini sukses membangkitkan jiwa pegawai kantoran mengubah nasibnya menjadi pengusaha.

Intinya, tuh, film ini memberi pesan jangan terlalu lama larut bekerja, sayangilah keluargamu, perbanyak waktumu bersama istri dan anak-anakmu.

Film Terbang: Menembus Langit menjadi alternatif tontonan hiburan keluarga yang sarat humor dan motivasi. Resmi tayang di bioskop Indonesia baru nanti pada tanggal 19 April 2018. Jangan sampai terlewatkan, ya. Khusus Arek Suroboyo, harapan saya semua nonton biar bisa merasakan kota kita masuk bioskop dalam durasi yang lama, hehe..

Usai nonton film Terbang: Menembus Langit, saya gak sabar menunggu 19 April 2018. Pengen nonton film ini lagi dan pengen ngakak-ngakak mendengar Ibu Kos mengucapkan kata Jancuk. Pengen tertawa lagi sampai menangis-nangis saat Kartolo jual nasi goreng.

Judul film: Terbang: Menembus Langit
Sutradara dan penulis skenario: Fajar Nugros
Produksi: Demi Istri Production
Bintang Film: Dion Wiyoko, Laura Basuki, Aline Adita, Baim Wong, Marcel Darwin, Dinda Hauw, dll
Tayang Resmi: 19 April 2018

5 thoughts on “Review Film Terbang Menembus Langit, ajak penonton melanglang susuri kota Surabaya

  1. Wah Mbak.. baru tau ada film ini gegara baca artikel ini…

    Dari orang Cina juga saya banyak belajar ilmu bisnis…

    Makasih banyak sharingnya… Jadi serasa ikutan gala premier nya.. eheheheh 😂

  2. Empat belas hari lagi menuju premier film TERBANG… yuk ajak sekeluarga nonton. Saya ikut meet n greet dan nobar di Medan, emosi naik turun nonton film ini. Banyak pelajaran yang bisa diambil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *