Kuliner

Ketika Foodies Surabaya adu memasak!

Jangan bilang saya bisa masak. Urusan olah-mengolah makanan, saya hanya punya modal nekat! Alasan itu pula yang membawa saya berani mendaftarkan diri pada even Foodies Cooking Competition.

“Masak sembarang asalkan menggunakan bahan sambel uleg sama krupuk Finna!”

Wah, ini..

Saya biasanya makan nasi anget sama krupuk dicocol sambal terasi nya Finna’e… Gak ada rutinitas uplek di dapur, lha wong makan gitu aja nasinya suka nambah! 😁

Aturan dasar lomba masak ini, peserta harus tim yang terdiri 2 orang. Satu peserta bebas mengajak manusia yang ada di dunia atau di planet manapun! Ngajak Chef Juna atau Chef Marinka juga gapapa. Kecuali 2 nama yang haram diajak partneran, yaitu Chef Ken dan Om Inijie!

Kenapa?

Lha beliau jurinya! Haha..

Kok saya jadi berandai-andai, Chef Juna jadi peserta, Chef Ken jadi juri.

“Sebelum diajukan ke juri, tadi kamu coba dulu nggak sambalnya? Kamu mau kami semaput kepedesan, hah?!”

Foodies Cooking Competition berlangsung hari Minggu, 21 Januari 2018 di Food Junction, Grand Pakuwon Surabaya. Keder juga gimana nanti ngolah bahan-bahannya sedangkan saya tidak punya gambaran apa saja bahan yang disediakan karena semua tersimpan dalam Mystery Box!

Usai registrasi ulang, saya dipersilann untuk memilih 2 dari 4 sambal Uleg Finna yang harus diramu menjadi masakan yang lezat. Ke 4 sambal itu adalah Sambal Terasi, Sambal Pedas, Sambal Bawang, dan Sambal Ijo.

Sudah icip-icip sambal, saya putuskan memilih Sambal Uleg Terasi dan Sambal Pedas. Menurut saya 2 sambal itu bisa membantu merangsang aroma dan cita rasa masakan menjadi sedap dan nikmat.

Sambal Pedas Serbaguna Finna

Selain sambal, saya juga harus milih salah satu krupuk Finna. Pilihannya Krupuk Udang atau Krupuk Bawang.

Sejujurnya saya suka krupuk udang. Karena ikut kompetisi, saya pilih krupuk bawang saja yang lebih gampang gorengnya. Apapun jenisnya, sebenarnya krupuk Finna sangat gampang digoreng, tetapi tanpa skil pengetahuan tingkat kepanasan minyak dan besar kecilnya api, krupuk udang mudah sekali gosong.

Sambil menunggu mystery box disiapkan, saya baca-baca dulu guidelines kompetisinya. Deg-degan sekali, apa ya isi kotak ajaibnya nanti..

Waktu yang dinanti pun tiba. Dalam hitungan 3, semua peserta yang sudah siap di stage nya masing-masing diperbolehkan membuka kotak rahasianya!

Kami dikasih waktu 1 menit untuk berpikir bakal memasak apa.

Sebelumnya, di meja masing-masing peserta telah tersedia kompor, penggorengan, spatula, pisau, talenan, sendok dan garpu, 1 piring dan 1 mangkok. Lalu ada sebotol air, garam, gula, minyak, sepaket garnish berisi tomat cherry, alfalfa, peterseli, bawang goreng, daun bawang, dan jeruk limau.

Seumur-umur baru tau kemarin ada bahan makanan bernama Alfalfa. Bentuknya seperti cambah tapi halus. Saya yakin Ibuk saya yang tiap hari ke dapur nggak tau bahan ini, deh! 😂

Jeng.. jeng.. jeng..!

Isi kotak saya adalah…

Dada ayam, tepung bumbu, telur, kentang, cabe merah, bawang putih, tomat, kecap asin, saos pedas Finna, dan satu bahan lagi yang saya tidak tau namanya apa..

…. Bentuknya seperti gambas, kulitnya seperti timun…

Sudah tanya ke petugas, sudah bisik-bisik sama tetangga kanan kiri. Hasilnya semua tidak tau itu buah apa. Pas nulis ini sambil saya browsing, ternyata namanya adalah Timun Jepang! Oalah..

ANDAI TAU DARI AWAL! *Mungkin saya tetap nggak tau diapain* 🙅😂

Di kotak itu saya juga lihat buah bengkuang. Perut saya mules lihatnya. Otak saya kalang kabut. Ini maksudnya apa, kenapa bengkuang ikut-ikutan masuk kesini! 😀

Abaikan semua itu dulu.. Hal pertama yang saya lakukan adalah memotong ayam kecil-kecil, digoreng, dijadikan crispy pakai telur dan tepung. Belum-belum kami sudah cemas, sutil kami tiba-tiba leleh! Plastiknya nglinting tinggal separuh. Alhasil ayam gorengan kami jadi hitam dan kotor. Mampus deh!

Sebisa mungkin ayam itu saya tutupi pakai tissue. Nahas, semakin saya tutup rapat, Chef Ken makin sering mondar-mandir di meja saya. Duuh! 😯

Sambal Ijo Finna

Sambal Bawang Finna

Untuk menghemat waktu, Mas Rinaldy nggoreng krupuk entah di mana. Saya potong-potongin bawang, cabe, dan tomat untuk ditumis.

Sampai di sini saya masih nggak tau mau masak apa. Persediaan minyak sudah habis dipakai goreng ayam tadi. Sedangkan bahan-bahan yang lain banyak yang belum terjamah😢

Sebenarnya dari sekian bahan yang ada di kotak hanya boleh 2 yang tidak dipakai. Karena nggak tau akan diapain, saya tinggalkan saja bengkuangnya.

Pas lagi asik-asik numis, ada insiden kecil..

“Hatching!” Tiba-tiba saja saya bersin kencang! Udah kencang, bersinnya berkali-kali pula.

Eh, Mas Rinaldy ikutan bersin juga. Bersinnya sampai heboh..

Dan semua orang di ruangan menatap kami sambil nahan tawa. Kebanyakan sih malah ngakak, haha..

Setelah bumbu tumisan layu, saya masukkan gula, garam, dan sambal Finna. Beneran tertolong dengan sambal Finna terasi. Tanpa bumbu rumit rasa masakan saya jadi punya tujuan. Sebelumnya pas dicicipi Mas Rinaldy dia bilang gini,

“Masak apa sih, ini. Rasanya aneh!” wakaka..

Masakan ‘embuh’ kami jadi punya rasa setelah dicemplungi sambal terasi dan sambal pedas secara semena-mena. Setelah itu saya masukkan timun jepang secara ngawur, trus di srang-sreng srang-sreng sepegelnya tangan, lalu saya masukkan ayam crispy yang tampilannya nggak ada manis-manisnya itu.

Sambal Terasi Uleg Finna

Dicicipi lagi!

“Kurang gula, deh!” kata Mas Rinaldy sambil nuangi gula

“Aku tambahin garam juga, ah!” saya ikutan

“Eh, sambal pedasnya tak tambahin lagi aja, ya!” kata saya

“Ya udah, aku tuangi juga sambal terasinya” seru Mas Rinaldy

Jan-jane iki lomba masak, apa main pasar-pasaranan, sih?! Haha..

Ya udahlah agar masakan ‘embuh’ kami segera berakhir, setelah dirasa cukup matang, saya tuang semua ke piring.

Mulailah plating..

Saya kasih potongan tomat, lalu saya taburi bawang goreng, alfalfa, dan peterseli biar ada aksen ijo nya. Udah cakepan buat difoto, Mas Rinaldy berseru:

“Bawang gorengnya masih banyak, dituang semua aja..!”
Yo weess…

Udah ya, platingnya udah buagus..
Trus Mas Rinaldy bilang gini: “Icip dulu, ya, Laper!”
Lhoalaaahh, Mas.. Mas..
Saiki aku kudu piyeee….

Puas merusak tatanan, Mas Rinaldy pergi ke tempat nyuci penggorengan sambil antri menunggu Chef Ken dan Om Inijie menjura. Eh, menjuri!

Ini dia saatnya didatangi oleh 2 juri. Saya dan Mas Rinaldy cengengesan menunggu komennya Chef Ken.

“Nama masakannya apa?” tanya Om MC
“Ayam Bawang Crispy Pedas Sambal Terasi” jawab saya. Hampir aja nama masakan itu saya namakan ayam crispy terasi minta piknik😅😅

Rupanya dua juri kami sedang kepedesan. Sebelum memberi penilaian, dua juri numpang minum sejenak di meja saya. Sayang saya tidak punya peraeediaan nastar sama teh hangat, hihi..

“Menurut saya ini kurang pedes. Tapi rasanya sudah balance”

Wuaahhh, komen Chef Ken bikin hati saya adem. Setidaknya Chef Ken tidak berkomentar gini,

“Ayam crispymu rasanya seperti sandal jepit!”
Bhuahaha…

Saya juga merasakan bahwa masakan saya enak. Bumbu yang hanya bawang putih, potongan cabe merah, gula, dan garam, rasanya bisa mantep. Aroma terasinya kuat. Mas Rinaldy, tuh, yang bolak-balik incip. Bersyukur aja rasanya nggak cemplang, hihi..

Foodies Cooking Competition akhirnya berakhir. 90 menit yang mendebarkan dan membingungkan. Saya senang, dan saya bahagia karena dalam kompetisi ini masakan saya dinyatakan tidak JUARA! HOREEEE…!!

Terima kasih Finna Food, terima kasih Chef Ken, terima kasih Om Injie atas keseruannya hari ini. Pengalaman ‘kacau’ yang bikin indah hari Minggu saya dan suami.

Finna Foodies Cooking Competition! …. enak.. enak.. enak…

14 thoughts on “Ketika Foodies Surabaya adu memasak!

  1. waaaaaaahahahaahaha ngakak dari awal sampai akhir baca tulisan ini hwkwkwkww.. haaaaajiiinggg… jadi terungkap sudah siapa yang bersin-bersin kuenceng kemarin kwwkwk

  2. Seandainya Chef Ken beneran bilang rasa sandal jepit, berarti dia pernah ngerasain makan sandal ya mba. Hahaha. *Pletak* *dilempar sandal*

    Seru mbaaa, aku ngakak dari awal sampe akhir. Apa lagi ngebayangin rempongnya dirimu di tkp. Wahahaha.

  3. Aku kok langsung ngiler liat sambelnya. Enak kayaknya kalau dibawa traveling jauh ke luar negeri, biar ga kangen Indonesia. Eh, dijajal buat stok di rumah juga kayaknya wajib, kalau males ngulek udah sedia sambel hehehe

  4. aaahhh chef Ken. Istrinya teman aku waktu kuliah dan acara Finna ini emang idenya istrinya awalnya & ternyata terjadi juga. Seneng liatnya. Thanks for sharing mbak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *