Blogging · Review

My Generation, Film tentang Realita Remaja Generasi Milenials

Dunia Perfilman Indonesia sebentar lagi kedatangan satu tayangan lagi produksi IFI Sinema yang berjudul My Generation. Film bergenre remaja besutan sutradara Upi yang mengangkat tentang realita remaja generasi milenials yang penuh sensasi tapi juga menyiratkan sejuta drama.

Sebagai pecinta drama remaja, My Generation bukan satu-satunya film genre remaja yang pernah tayang di Indonesia, meskipun rata-rata kisah yang diangkat seputar pergaulan anak SMA. Ceritanya pun klasik, kalau nggak percintaan, ya persahabatan. Dua sisi berbeda yang tidak bisa terpisahkan. Pun, tayangan seperti ini seringkali terbukti laris di pasaran.

IFI Sinema telah membuktikan dengan beberapa judul film produksinya yaitu Coklat Stroberi (2007), Radit dan Jani dan 3 Doa dan 3 Cinta (2008), Coblos Cinta (2008), Serigala Terakhir (2009), Lovely Man (2012), Mika (2013), Pertaruhan (2017).

Kehebatan genre drama yang selalu bertahan baik ini dipicu oleh cinta dan persahabatan yang sudah menjadi konflik membumi dikalangan anak remaja. Semakin natural kisahnya, semakin penonton menyukainya.

Sinopsis Film My Generation

Film My Generation bercerita tentang perjalanan 4 anak remaja milenials yang sedang membuktikan kepada guru, orangtua, dan teman-temannya di sekolah bahwa mereka punya sesuatu yang bisa dibanggakan.

Sayangnya prestasi yang mereka banggkan justru menjadi pemicu jatuhnya Zeke, Konji, Suki dan Orly ke jurang menyedihkan. Dalam keadaan yang tidak menguntungkan, mereka malah terbawa ke sebuah petualangan seru yang tanpa disadari mengajarkan mereka akan pentingnya nilai-nilai hidupan.

Pemicunya sepele, hanya gara-gara video mereka tidak jadi pergi liburan. Tidak sepele juga sebab konten video mereka berisi sebuah protes terhadap guru, sekolah, dan orang tua yang menjadi viral.

Konflik kita banget ini! Bikin video dengan harapan mencuri perhatian orang disekitar. Dan tau sendirilah apa akibatnya kalau sudah jadi konsumsi publik, dikenakan hukuman!

Karakter pemain Film My Generation

Film yang memakan waktu pengerjaan selama satu tahun ini digawangi oleh pemain baru di dunia perfilman yang hampir belum pernah terdengar gaungnya. Yaitu:

Bryan Langelo sebagai Zeke

Pemuda Rebellious juga easy going yang loyal kepada sahabatnya. Memiliki konflik dengan kedua orangtuanya hingga komunikasi mereka terputus. Anggapan Zeke bahwa orangtuanya tidak mencintainya dan tidak menginginkan keberadaannya menjadikan pemuda ini memendam luka dalam. PR Zeke di film ini berani membuka pintu komunikasi dengan orang tuanya.

Arya Vasco sebagai Konji

Pemuda polos yang mengalami pubertas yang ditekan oleh aturan orangtua yang kolot dan over protective. Sementara itu Konji menemukan kenyataan bahwa orangtuanya melanggar aturan yang dibuat sehingga KOnji merasa perlu mempertanyakan moralitas mereka

Alexandra Kosasie sebagai Orly

Perempuan kritis, pintar, dan berprinsip yang sedang mengalami masa pemberontakan akan kesetaraan gender. Ketika Ia berusaha membuang label negatif terhadap perempuan, Ibunya yang single parent diketahui melakukan hubungan dengan pria yang usianya lebih muda.

Lutesha sebagai Suki

Perempuan cool yang tidak-PD-an terhadap lingkungan sekitar. Ditambah lagi sikap negatif orangtuanya yang semakin membenamkan diri dalam kekrisisannya.

Keempat artis muda ini akan berhadapan dengan bintang senior Indonesia yang penampilannya terbukti sempurna, diantaranya Tyo Pakusadewo, Ira Wibowo, Surya Saputra, Joko Anwar, Indah Kalalo, Karina Suwandhi, dan Aida Nurmala.

Tentang Realita Kehidupan Generasi Milenial

Memahami problematika remaja sangatlah rumit. Rumit-rumit menyenangkan! Semakin kita menyelami dunia remaja, semakin kita tau warna-warni kehidupan sesungguhnya. Pola pikir remaja mengajak kita sebagai orang dewasa memasuki pusaran idealisme, rasionalisme yang dibungkus dalam emosionalitas dan moralitas.

Duh, maafkan kalau istilah saya terlalu tinggi. Tapi gimana, keren sih istilahnya, haha.. dan sesungguhnya saya juga gak paham-paham amat. Intinya saya mau bilang memahami anak remaja kudu, wajib, harus menyalurkan segala upaya yang kita punya.

Tantangan beratnya kita harus memasang mata lebar-lebar dan telinga dengan benar!

Lagi dan lagi, konflik remaja tak bisa jauh dari yang berhubungan dengan kehidupan sekolah, cinta, persahabatan, dan konflik antara orangtua dan anak.

Kompleks bangetlah apa yang dialami dan dirasakan remaja milenials saat ini. Jangankan era milenial, generasi remaja jadul pun memiliki masalah sama, yang gak selesai jika dihitung pakai rumusan model apapun.

Sepertinya konflik remaja tidak pernah selesai, akan selesai apabila ada pihak yang mengerti dan memahami keinginan mereka. Bisa jadi baru selesai setelah usia mereka beranjak dewasa dan menikmati sendiri rasanya makan asam garam kehidupan, asalkan gak kebanyakan makan micin! Hehe..

Akhirnya, mengutip ungkapan Sutradara Upi saat peluncuran Official Trailer dan Poster Film My Generation bersama IFI Sinema, 10 Oktober 2017 lalu, di Jakarta, Film ini menyiratkan generasi milenials saat ini, dimana proses pembuatannya telah melalui riset social media listening selama 2 tahun dan pengerjaan filmnya sendiri selama 1 tahun.

“Untuk film ini, saya melakukan riset intensive, dimana saya melihat komunikasi yang terjadi pada generasi jaman milenials, bahkan untuk beberapa dialog yang mengambil dan memasukkan percakapan anak milenials di social media, sehingga dialog ataupun karakter di film MY Generation ini benar-benar sesuai dengan gaya bahasa dan tren anak muda jaman sekarang”

My Generation, Film tentang Realita Remaja Generasi Milenials akan tayang secara perdana pada tanggal 9 November 2017 di bioskop kesayangan. Tapi sebelum itu, pastikan dulu nonton trailernya, yak!

One thought on “My Generation, Film tentang Realita Remaja Generasi Milenials

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *