Blogging

Televisi Sebagai Media Hiburan yang Mulai Ditinggalkan

Selain saya, adakah teman-teman disini yang hobi nonton Televisi? Biar bagaimanapun, seraksasanya informasi internet, saya masih setia nonton televisi. Terutama program drama serial Turki.

Sebagai manusia pastinya butuh sesuatu yang namanya sumber hiburan. Fungsinya apalagi kalau bukan untuk menghibur saat rasa penat akibat bekerja seharian. Satu sumber hiburan yang sejak jaman dahulu dijadikan andalan adalah pesawat televisi atau biasa disebut TV.

TV bukan saja menayangkan hiburan namun juga berita, olah raga dan program-program menarik lainnya. TV menjadi media hiburan yang bisa dikatakan wajib dimiliki rumah tangga. Dengan TV yang menyala dan dinikmati seluruh anggota keluarga, akan mendatangkan quality time bagi masing-masing anggota keluarga itu sendiri.

Kalau masih ingat dulu saat menonton TV bersama anggota keluarga di rumah. Semua berkumpul di kursi malas sambil saling melempar canda menanggapi tayangan di TV. Atau moment saat keluarga menonton acara pertandingan bola bersama-sama. Bisa jadi moment saat ibu rumah tangga dan putrinya menonton sinetron yang sama hingga berurai air mata. Semua anggota keluarga bisa disatukan dengan sebuah TV yang menjadi sumber hiburan, informasi dan bahkan menjadi rebutan antar saudara.

Namun moment TV menjadi pemersatu keluarga mulai ditinggalkan saat masing-masing anggota keluarga memiliki layar kaca di kamarnya sendiri. Otomatis, ruang keluarga yang dulunya ramai menjadi sepi karena satu sama lain sibuk dengan dunianya masing-masing. Harga TV yang murah menjadi alasan sebuah keluarga memiliki 2-3 TV.

Moment dimana televisi menjadi benda yang mulai ditinggalkan pun hadir seiring dengan hadirnya smartphone. Kini para remaja sudah jarang yang menonton TV di rumah bersama orang tua. Mereka lebih banyak menghabiskan masanya dengan melihat layar HP bersama teman atau bahkan mengurung diri di kamarnya. TV layaknya media hiburan bagi kalangan orang tua yang masih setia dengan sinetron-sinetron mereka. Drama serial yang tayang maraton tiap hari.

Begitulah saat orangtua sibuk dengan tayangan televisi, anak-anak pun lebih asik mengecek pesan di sosial media mereka dari pada menikmati kebersamaan bersama orang tua sambil menonton TV.

Apa alasan orang kini meninggalkan tayangan televisi?

Tentu saja kita tidak bisa menyalahkan perkembangan teknologi, akan tetapi program acara TV juga berpengaruh besar terhadap minat penonton. Ada beberapa faktor yang perlu dibenahi dari TV itu sendiri yaitu:

• Kualitas acara yang ditayangkan.
• Kurangnya edukasi yang bermanfaat.
• Program acara yang monoton.

Sebagai anggota keluarga baik orang tua, kakak atau adik seharusnya lebih bersikap aktif terhadap fenomena gadget yang mengalahkan TV ini. Bukan karena tidak ada lagi teman untuk menonton acara TV namun lebih kepada tidak adanya kebersamaan di rumah seperti dahulu lagi.

Akan lebih baik jika mulai sekarang diberlakukan jam kebersamaan lagi tanpa gadget seperti di hari sabtu atau minggu meski hanya untuk jam-jam tertentu. Dengan begitu moment kebersamaan keluarga tetap bisa diciptakan dan komunikasi tetap dapat dilakukan dengan lebih akrab.

Acara yang tidak mendidikpun ada baiknya dilaporkan ke pihak pengawas penyiaran agar televisi di Indonesia semakin maju agar lebih banyak lagi acara yang mendidik dan bermanfaat. Jangan sampai setelah Anda menciptakan jam keluarga namun acara TV yang ditonton hanya yang bermuatan negatif saja. Ada baiknya mencontoh tayangan negeri sebelah yang bahkan bisa membuat tayangan kartun menjadi tayangan yang bisa dilihat semua umur karena mengandung nasehat dan ajaran yang mulia.

Kalau saya masih suka nonton TV, kalau kamu, bagaimana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *