Diingatkan itu..

Diingatkan oleh sesama pengguna motor di jalan itu rasanya super sekali.

Kemarin sepulang dari Hi-tech Mall, sesampai di dekat lampu merah Jl. Ambengan saya mengurangi laju kendaraan karena kena lampu merah.

Saat motor sedang melaju pelan, didepan saya sudah ada satu mobil yang berhenti lebih dulu. Ketika sedang bersiap untuk berhenti, dari arah kiri saya ada 2 pemuda berboncengan melewati saya sambil teriak “Mbak, jagange!”

Mendengar teriakan itu saya spontan menoleh lalu buru-buru menaikkan jagang menggunakan kaki kiri. Sebagai ucapan rasa terima kasih karena telah diingatkan saya pun lantas membuka kaca helm dan memberi kode dengan jari kepada mereka.

Sayang kode yang saya berikan itu tak sampai mereka lihat karena tiba-tiba mereka sudah melesat jauh menerobos lampu merah. Untungnya kendaraan dari arah berlawanan belum ada yang lewat sehingga motor yang membawa dua pemuda itu dengan leluasanya menyebrang.

Perasaan saya antara senang sedih.

Senang karena di jalan masih ada orang yang peduli terhadap keselamatan pengendara lain. Dan sedih karena mereka tidak konsisten terhadap ucapannya sendiri. Mengingatkan orang lain supaya tidak celaka, eh mereka malah melakukan percobaan mencelakai diri.

Mereka ingin mengorbankan diri, atau sengaja berkorban demi saya?

Ah, jadi GeeR saya..

Dan untungnya mereka masih diberi keselamatan. Andai celaka saya mau bilag apa sama mereka. Mau bilang terima kasih dihadapan orang tergelatak sambil nangis-nangis? Itu sih sinetron bangeet. Atau bisa-bisa saya yang malah di tuduh mencelakai mereka. Orang celaka kok di kasih ucapan terima kasih.

Mau bilang maaf, lah memangnya saya salah apa, wong saya nggak ngapa-ngapain mereka.

Ada baiknya saya berdoa meminta ampunan buat mereka supaya dosa-dosa yang telah diperbuat tidak diulang lagi.

Iya kalau masih hidup. Lah, kalau meninggal?

Aduuh.. kok saya jadi berpikir jahat sih..

Mau gimana lagi kemungkinan seperti itu kan cuma 2 pilihannya. Kalau nggak hidup dengan menderita luka, ya menderita luka lantas meninggal. Aduh, ngerinya.

Apapun kemungkinan itu yang jelas saya mohon ampun saja deh. Yang penting saya sudah minta ampun dan memohonkan ampunan buat mereka. Harus bagaimana lagi wong sudah terlanjur terjadi.

12 thoughts on “Diingatkan itu..

  1. Kalau aku yg biasa mengingatkan mereka dong
    setelah ngingetin trus mlengos dan pura-pura nggak ngerti (read: gak butuh diterima kasihin) hoho 😀
    biasanya diingetin pas pulang sekolah, kalo jalan dari wahyu
    “mbak tali sepatune loh”…

  2. Oh, namanya Jagang yo mbak. di sini jagrak. Kadang kalo di lin kota Jepara dan mengingatkan, aku akan bilang, mbak/mas… standartnyaaa!!!!” harus super kenceng teriaknya. tak jarang salah ucap jagraknyaaaaa…….
    saling mengingatkan seprti ini kebiasaan bagus. (apalagi bojoku sering lupa jagraknya. haduuhh……)

  3. Aku suka paling gerah sama yang suka ugal-ugalan di jalan lho mbaaa…

    Aku udah berusaha hati2, apalagi kalo bawa anak2…
    makanya kalo ngeliat ada yang ngebut2 atau nge langgar lampu merah kayak gitu aku suka gemes deh…

  4. Keasyikan mengingatkan loh koq malah lupa aturan lalin. Lupa jagang atau jagrak rasanya paling umum ya Jeng.

    Iya Bu Prih, saya juga begitu 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *