Blogging

Tentang Sunpride, buah Nusantara yang dijuluki produk Impor

Sunpride

Pertama melihat pisang Cavendish, saya mengira itu buah impor. Warnanya kuning bersih, ukurannya melampaui ukuran pisang di lapak-lapak buah di pasar. Ketika menyentuh lidah, dagingnya tebal dan agak masir. Sangat berbeda dengan pisang yang selama ini saya konsumsi.

Saya yakin, bukan hanya saya saja yang berpikir begitu. Sampai hari ini saja, masih ada tetangga yang mengatakan Sunpride buah ‘interlokal’ 😀

Habisnya warna kulit buah Sunpride cantik. Saya aja kalau pegang pisang Sunpride mau makan gak tega, terlalu kasihan kalau dirusak, haha..

Setelah 10 tahun berlalu hidup dalam ketidakpastian merek Sunpride buah lokal atau ‘interlokal’, bertemulah saya dengan tim Sunpride hari Sabtu lalu di Surabaya.

Bu Ayu, tim Sunpride
Ibu Ayu Afiany, dari Sunpride

Sebagai konsumen yang prinsipnya ‘asal makan buah’, saya diam saja mendengarkan Bu Ayu Afiany menjelaskan proses ‘produksi’ buah Sunpride. Setengah heran, kok bisa tanaman buah di kebun tetap cantik dan bersih saat tiba di tangan konsumen. Ibarat cewek, buah Sunpride idaman semua pria di dunia, udah cantik, bersih, mulus, warnanya segar, rasanya pun sedap! *Bagian ini sudah lama saya pertanyakan, dan ingin sekali saya tau jawabannya*

Yang saya tau Sunpride belum lama masuk ke Indonesia, tapi sekarang jadi buah favorit masyarakat. Kenapa gak dari dulu Sunpride ada?

DSC00523

Dikisahkan oleh Bu Ayu, bibit buah Sunpride masuk ke Indonesia tahun 1995 yang dibawa oleh perusahaan buah Del monte. Saat itu Del Monte bersama PT Nusantara Tropical Farm (Group Gunung Sewu) berniat mengembangkan pisang Cavendish untuk dikonsumsi masyarakat Indonesia. Nahasnya, pohon pisang itu harus rusak karena lahan yang digunakan terjangkit virus dimana penyerangannya melalui daun kemudian menyebar ke tanaman lainnya. Akibat insiden itu, lahan tidak boleh ditanami selama 2-3 tahun dan kerjasama dengan Del Monte berhenti.

Nanas Honi Sunpride

Saat ini Sunpride telah menjadi perusahaan milik lokal yang membudidayakan buah berkualitas dengan tetap mengutamakan teknik produksi. Seperti yang kita lihat di pasaran, buah Sunpride memiliki ciri khas buah yang tidak terlalu manis karena Sunpride telah melalui tes kadar kemanisan menggunakan alat bernama Refracto.

Jadi, Ibu-Ibu… sekarang kudu digaris bawahi, Sunpride itu buah produksi nusantara, asli milik Indonesia. Kalau penampilannya sangat cakep dan beda dari buah lokal yang biasa dikonsumsi, memang bibit buahnya dari luar dengan teknik produksi yang ketat dan melalui beberapa tahap pengecekan, seperti cek pestisida dan cek zat-zat berat lainnya. Begitu mulai berbuah, buahnya di brongsong (dibungkus) sehingga tampilannya tetap terjaga.

Golden Melon Sunpride
Golden Melon SUnpride

Kelebihan lain buah Sunpride dipetik dari pohon dengan tingkat kematangan sempurna sehingga rasa yang didapatkan manis alami.

Seperti cerita Bu Ayu, pisang Sunpride yang sudah masak dipetik menggunakan tenaga manusia lalu ditarik menggunakan tali langsung menuju gudang. Hasilnya, pisang-pisang itu tetap mulus, tidak bopeng, kulitnya bersih karena tidak tersentuh tanah.

Dari sekian jenis Buah Sunpride: Pisang Cavendish, Golden Melon, Pepaya California, Nanas Honi, Pisang Mas, saya paling suka makan Guava Crystal. Sejak kecil saya suka makan jambu biji, tapi saya agak takut-takut makannya karena konon biji jambu biji bisa mengakibatkan usus buntu. Sekarang nggak takut lagi karena Jambu Crystal komposisi bijinya 30% dari berat buah.

DSC00544

Oya, buat Fruitholic ada kabar bagus dari Sunpride. Saat ini pisang Cavendish tersedia kemasan satuan yang memudahkan Fruitholic konsumsi pisang tanpa harus membeli satu sisir. Kemasan satuan ini dikemas plastik, jadi aman dimasukkan dalam tas atau saku jaket.

Pisang Sunpride single

Indonesia kita alamnya kaya banget, gak usah di apa-apain, tanaman bisa tumbuh sendiri. Akan tetapi buah yang kita beli tidak sepenuhnya terjamin kemanisannya.

Hayo, siapa yang masih suka ‘main tebak-tebak buah Manggis’ sama penjual buah, “manis gak buahnya, Pak, kalau gak manis balik, ya!”. Biasanya Ibuk-Ibuk yang suka ngomong begini ke penjual. Meski rasanya asam pun, gak akan mau balik lagi ke penjualnya, haha..

Nah, buah Sunpride, semuanya dijamin. Terjamin kemanisannya, terjamin kualitasnya, dan kalau menemukan buah Sunpride gak sesuai kualitas, bisa komplain langsung ke Sunpride.

Sunpride
Serius diskusi Jambu dan Pisang

Jika teman-teman ingin tau seputar buah Sunpride, boleh cek akun social media Sunpride di:

Website: www.sunpride.co.id
Facebook: SUNPRIDE
Twitter: @SunprideID
Instagram: @SunprideID

8 thoughts on “Tentang Sunpride, buah Nusantara yang dijuluki produk Impor

  1. hahahaha…dulu sempat ga mau beli sunpride karena kupikir import dan proses buah import kan lebih panjang dari buah lokal. ternyata sunpride asli Indonesia ya, mbak? hehe..

    thanks for sharing this, mbak

  2. Terus kenapa namanya gak Kebanggaan Matahari? Kenapa harus keminggris? Aku sih pernah beli nanas mabelas ribu sebiji, pengen nyobain dan penasaran gitu sama sunpride. Ladalah ini nanas apa kelek, rasane kecuuuuuuuuuuuuuuutttttttt tenaaaaaaaaann. Doh mending beli nanas nang pasar wae huvt.

  3. Usus buntu hihihihi, dulu aku tu tiap hari maem jambu biji mbak. Karna di rumah punya pohonnya sampe 2 pohon dan buahnya banyak. Mungkin krn maemnya hampir tiap hari, berlebih2 … jadinya kena usus buntu deh sampe operasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *