7 Makanan khas Surabaya yang bikin ketagihan. Habis makan pasti ngomong “Uenak, Rek!”

Tugu Pahlawan Surabaya

Hai temaaan, saya pengin tau dong siapa yang belum pernah ke Surabaya? Nggaak, nggak mau ngapa-ngapain, cuma nanya aja, haha.. sekalian berharap kapan kalian akan ke Surabaya sambil kita kopdar-kopdar cantik! 🙂

Buat teman yang udah pernah ke Surabaya, gimana komentar makanan khas Surabaya, enak?

“Apa, Surabaya panas?”

Dih, ditanya makanan, jawabnya cuaca!

Iya, cuaca Surabaya memang suam-suam kuku. Lumayan, buat pengganti Spa, hehe.. Besok-besok setelah turun pesawat atau kereta atau bis, buruan sewa mobil di Surabaya lalu meluncurlah ke pantai Kenjeran menikmati hembusan angin laut yang suejuk! Suejuk! Meskipun papan informasi cuaca di perempatan jalan raya hampir tiap hari menampilkan angka diatas 30 derajat, tapi cuaca disini bikin lumer sanubari. Cobain, deh! 😀

Transportasi di Surabaya gampang, kok. Jalanan Surabaya kan gak banyak belokan, pilihannya cuma 2, kanan sama kiri.. iyalah, masa belok keatas, haha..

Jalan keliling Surabaya kemana-mana dekat. Pilihan Hotel di Surabaya banyak. Mau cari Hotel kelas melati, hotel berbintang, atau hotel khusus backpackeran yang murah meriah, tinggal pilih sesuai budget. Pokoknya kalau di Surabaya urusan hotel sama transport dijamin aman.

“Apa, orang Surabaya ngangeni?”

Dih, malah nglantur jauh. Emang iya, orang Surabaya ngangeni! kayak saya, haha..

Salah satu keistimewaan yang dimiliki Arek Suroboyo adalah kekhasan bahasa daerah yang digunakan untuk pergaulan sehari-hari, salah satunya Jancuk. Sengaja saya tulis lengkap tanpa sensor karena kata ini bukan kata kotor, tapi memang dialek boso Suroboyoan

Udah-udah, cukup! Sekarang kita bahas kuliner khas Surabaya aja, apa makanan kesukaanmu?

“Suka Rujak Cingur?”

Yaahhh, ternyata favorit kita sama! Saya juga suka makan Rujak Cingur. Saya juga suka Tahu Tek, suka Tahu Campur, suka Lontong Kupang, suka apalagi ya? Ih, suka kuliner Surabaya semuanyaaa… menurut saya kekhasan rasa yang dimiliki kuliner Surabaya adalah karena campuran dari petis.

Secara topografi, Surabaya yang dijuluki sebagai kota Pahlawan dikelilingi oleh pantai yang berbatasan langsung dengan Selat Madura. Karena itulah Surabaya memiliki kuliner khas yang diciptakan dari bumbu hasil olahan laut, yaitu petis. Petis adalah bahan makanan olah yang dibuat dari hasil laut, kayak udang, misalnya.

Ngomong-ngomong petis, saya jadi ingin bahas makanan khas Surabaya yang bikin ketagihan. Habis makan pasti ngomong “Uenak, Rek!”. Inilah 7 Makanan khas Surabaya yang Terkenal Uenak!

1. Rujak Cingur

Rujak Cingur termasuk makanan khas Surabaya golongan “Ring Satu”, maksudnya makanan yang wajib di coba. Kenapa saya bilang wajib, karena rujak cingur termasuk menu legendaris. Ibarat bangunan tua, Rujak Cingur adalah kuliner Cagar Budaya.

Rujak Cingur terdiri dari kombinasi buah seperti timun, nanas, pepaya, pencit (mangga muda), belimbing, kedondong, bengkuang dan tambahan sayur kangkung serta kecambah. Keunikan rasa Rujak Cingur terdapat pada guyuran sambal warna coklat, perpaduan kacang dan petis. Dan satu lagi yang tak ketinggalan, yaitu cingur sapi.

Warung Rujak Cingur di Surabaya yang terkenal adalah:
– Rujak Cingur Ahmad Jais, alamatnya Ahmad Jais no. 40. Buka jam 11.00 – 17.00.

– Rujak Cingur Jalan Genteng Ahjab no. 22. Buka jam 10.30 – 17.30

2. Lontong Kupang

Lontong Kupang

Saya baru sadar bahwa teman-teman saya banyak yang suka Lontong Kupang. Ketika saya upload video lontong kupang di Instagram, banyak komentar kangen Surabaya. Wah, ternyata saya berhasil memancing orang datang ke Surabaya, ihikihik..

Kupang adalah sejenis kerang yang ukurannya kecil. Bumbu kuliner ini menggunakan bawang putih, petis, dan air jeruk nipis yang disajikan dengan potongan lontong. Paduan rasanya manis-manis asam dengan kuah yang sedap. Kupang Lontong makin nikmat bila ditemani Sate kerang dan lentho yang diremah kecil-kecil.

Ingin makan lontong kupang, datang saja ke pusat kuliner lontong kupang di Jalan Raya Menur. Buka dari jam 08.00 – 17.00.

Kalau ingin merasakan sensasi berbeda dengan suasana pantai, bisa kunjungi Sentra Ikan Bulak di kawasan Kenjeran. Buka dari jam 11.00 – 20.00.

3. Semanggi Surabaya

Semanggi Surabaya

Semanggi masuk dalam jajaran kuliner cagar budaya karena daun semanggi adalah tanaman langka. Daun Semanggi di Surabaya hanya terdapat di daerah Kendung, Benowo, namun karena lahan yang makin sempit, tanaman Semanggi tak sebanyak dulu.

Semanggi Surabaya terdiri dari campuran daun semanggi dan kecambah yang disiram dengan sambal dari bahan ketela rambat dan kacang. Semanggi Surabaya dijual menggunakan wadah daun yang dipincuk dengan tambahan krupuk puli (krupuk nasi). Rasa makanan ini enak, manis, ditambah sensasi kriuk krupuk yang berukuran lebar.

Semanggi Surabaya yang terkenal adalah Semanggi Dempo. Buka jam 10.00 – 17.00.

Kalau ingin menikmati Semanggi dari penjual gendongan bisa kunjungi Taman Bungkul atau di Masjid Akbar Surabaya, karena banyak penjual Semanggi mangkal. Buka dari 08.00 – 20.00

4. Lontong Balap

Image pinjam milik Aya, pemilik www.cewealpukat.com

Kuliner satu ini termasuk hits di Surabaya. Terdiri dari potongan lontong dan tahu yang disiram dengan kuah sama kecambah. Lagi-lagi, bumbu yang digunakan adalah cabe, bawang putih, kecap, sama petis. Lontong Balap ini dalam penyajiannya diberi lentho dari kacang tolo dan taburan bawang goreng. Makin lengkap bila makan bersama sate kerang bumbu petis dan es kelapa muda.

Lontong Balap di Surabaya yang terkenal adalah Lontong Balap Pak Gendut di jalan Kranggan no. 60. Buka hingga jam 22.00

5. Tahu Tek

Tahu Tek

Tahu Tek ini sebenarnya kuliner dari Lamongan namun turut mengakar budaya di Surabaya. Sambalnya terbuat dari cabe, bawang putih, kacang, dan petis yang diguyurkan diatas potongan lontong sama tahu.

Penyebutan Tahu Tek karena penjual memotong lontong dan tahu menggunakan gunting sehingga menimbulkan bunyi “tek.. tek.. tek..”.

Dalam sepiring nasi tahu tek, terdapat taoge pendek dan krupuk.

Di Surabaya, Tahu Tek terkenal adalah Tahu Tek Pak Ali di jalan Dinoyo, Surabaya. Buka mulai pukul 18.30 sampai malam.

6. Soto Ayam

Soto Ayam Surabaya

Bagi yang menggemari kuliner berkuah, boleh coba Soto Ayam. Soto Ayam sejatinya kuliner dari Jawa Timur yang sudah dikenal luas diseantero Indonesia.

Soto Ayam Surabaya berwarna kuning kunyit dengan tambahan kubis dan mie soun. Bumbu yang digunakan adalah bumbu jangkep, makanya rasa Soto Ayam Surabaya sangat sedap dengan kuah yang kental. Dalam penyajiannya, Soto Surabaya ditaburi bawang goreng dan bubuk koya yang dibuat dari krupuk udang yang telah dihancurkan.

Yang khas dari Soto Ayam Surabaya, daging ayamnya menggunakan ayam kampung asli dan irisan telur rebus.

Soto Ayam Surabaya yang terkanal adalah Soto Ayam Ambengan Pak Sadi di jalan Ambengan no. 3A. Buka dari jam 06.30 – 21.30

7. Bubur Madura

Bubur Madura

Madura, kan, tetanggan sama Surabaya. Jadi kalau ke Surabaya teman-teman harus mencoba Bubur Madura ini. Rasa manis bubur cocok jadi dessert yang menggiurkan.

Namanya saja Bubur Madura, maka, rata-rata penjual Bubur adalah orang Madura.

Bubur Madura terdiri dari kombinasi bubur nasi, bubur mutiara, bubur sagu, bubur sumsum, yang disiram dengan bubur santan dan gula merah cair. Hemm, rasanya asin-asin, manis. Uenak!

Selain bubur, teman-teman juga bisa membeli jajanan pasar seperti ketan putih, ketan hitam, tiwul, klanting, lupis, puli, gatot, blendung jagung, dan sebagainya, yang ditaburi dengan parutan kelapa serta gula merah cair.

Baik bubur madura atau jajanan pasar, wadahnya menggunakan pincuk.

Jajanan Pasar

Kalau teman-teman ingin menikmati riuhnya warna-warni bubur madura di Surabaya bisa berkunjung di Pasar Atom, Surabaya. Disana terdapat lorong khusus menjual bubur Madura yang lengkap dengan aneka jajanan pasar.

Hemmmmm, nulis makanan khas Surabaya bikin lidah saya trecep-trecep. Meskipun sudah jadi Arek Suroboyo selama puluhan tahun, saya gak mblenger alias bosen makan kuliner ‘negeri sendiri’. Kadung suka, ya suka aja. Dan saya nulis postingan ini murni karena senang, bukan semacam pencitraan semata. Prejenganmu macam kampanye calon aja, Yun.. 😀

Setelah lihat foto makanan diatas, masak sih teman-teman gak pengen main ke Surabaya. Ayo tah main kesini! Cobain 7 Makanan khas Surabaya. Dijamin ketagihan, habis makan pasti ngomong “Uenak, Rek!”

24 thoughts on “7 Makanan khas Surabaya yang bikin ketagihan. Habis makan pasti ngomong “Uenak, Rek!”

  1. aku mlh takut lihat lontong kupang, ngeri liat kerang kecil2nya itu, hihi. Emang bubur madura top bgt, mbahnya suami dlu jualan bubur madura, sayang neneknya sdh meninggal sblm aku nikah, hiks

  2. Jadi inget, dulu sewaktu kost di Jogja ada temen dari Madura. Kalau bawa bumbu petis…byuh langsung rujakan pake Mangga muda. Kadang petis main dicocol gitu. Saking seringnya kadang kepikiran pengin deh beli petis sendiri, impor gitu dari Surabaya….Lengketnya itu nggak nahan buat dijilat errrr

    Rawonnya ketinggalan Rek.

  3. kalo kangen sama semanggi aku beli pecek trus pake krupuk puli hehehe trus kalo tahu tek beli yang lewat depan rumah yang penjualnya jumlahnya puluhan cuma 7k murah dan kenyang

  4. Traktir dulu Mba Yun, habis itu pasti aku bilang uenak deh 😀
    Aku dari makanan segitu belum ada yang pernah nyobain masa. Cuma denger aja kalau ada manakan itu di surabaya

Leave a Reply