Women Interest

Ingin Nabung, penghasilan terbatas? Manfaatkan uang koin!

Ingin Nabung, penghasilan terbatas? manfaatkan uang koin! – Iya, Koin! Teman-teman punya uang koin, kan? Jangan remehkan koin, lho, koin juga duit. Jika koin dikumpulkan lama-lama jadi banyak.

Sejak Bank Indonesia mengeluarkan uang koin pecahan lima ratus dan seribuan, saya rajin mengumpulkannya. Bagi saya, koin-koin ini membantu saya banget saat dalam keadaan kepepet.

Manfaat Uang Koin

Selama menjadi aktifis mengumpul uang koin, ada beberapa manfaat uang koin dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

Menyesuaikan kembalian belanja kasir

Siapa yang gak sebal bila kembalian belanja nilainya tidak sesuai karena kasir tidak cukup uang koin saat menyerahkan kembalian. Meski hanya nominal 100-200 rupiah, tapi itu penting. Disinilah peran kolektor koin beraksi, manfaatkan koin-koin itu dan pastikan jumlah kembalian belanja kita nilainya sesuai

Ngasih Pengamen

Bukan sengaja meremehkan pengamen, hak setiap orang memberikan pengamen berapa saja.Tetapi saat kondisi dompet nominalnya gede-gede, rasanya berat menyerahkan duit ke mereka, ya kan? Dalam keadaan tertentu sebel juga kenapa gak ada receh sama sekali. Baru disadari keberadaan koin sangatlah penting

Bayar Parkir

Rata-rata parkir di Surabaya 2000 – 3000 rupiah. Biar urusan parkir gak ribet, siapkan uang pas agar mempercepat antrian. Kalau saya jauh-jauh sebelum tiba di loket karcis sudah menyiapkan koin pas.

Masih banyak manfaat uang koin selain 3 poin diatas. Biar sebagian orang menganggap remeh uang koin, namun disaat-saat tertentu, koin hadi jadi penyelamat.

Dan percayakah teman-teman bahwa mengumpulkan koin dapat menambah saldo rekening di Bank! Seperti pengalaman yang saya alami.

Hati-hati, Koin Receh memicu saldo rekening Bank bertambah

Suatu ketika saya sedang bersih-bersih rumah. Kebiasaan saya memang menaruh botol-botol kecil di beberapa tempat seperti kaleng bekas madu untuk menaruh sesuatu. Saat itulah saya menemukan beberapa botol berisi uang koin recehan yang sudah penuh. Saya kumpulkan jadi satu, pas dihitung nominalnya mencapai hampir lima ratus ribu rupiah! Woww, siapa yang gak kaget. Padahal koin-koin itu asal saja saya kumpulkan dari kembalian belanja. Akhirnya koin itu saya masukkan plastik lalu saya bawa ke Bank buat nambah rekening tabungan. Saya pikir lebih aman dimasukkan ke Bank supaya emosi belanja saya terkendali, haha..

Persiapan uang recehan

Setelah koin itu masuk ke dalam rekening, kini saya mengumpulkan lagi koin-koin baru berharap bisa terkumpul banyak seperti sebelumnya. Kalau setiap bulan bisa ngumpulin lima ratus ribu kan hasilnya lumayan.. siapa tau bisa buat pergi umroh seperti yang sudah dialami oleh beberapa orang yang masuk dalam kisah inspiratif, kayak Pak Bardi Syafii, Tukang Parkir di Yogjakarta yang menabung koin receh hingga bisa pergi ke Tanah Suci menunaikan ibadah Haji.
Nabung dengan ngumpulin koin begini sama sekali gak memberatkan. Ada koin, cemplungkan kaleng, lupakan! Kalau saya begitu. Baru ingat kalau kaleng sudah penuh, asyik, kan! Haha…

Kenapa Harus setor tabungan di Bank?

Hohoho.. ternyata masih banyak orang Indonesia yang takut setor tabungan di Bank. Padahal nabung di Bank itu aman. Daripada disimpen dibawah lantai rumah, lama-lama duitnya jadi lecek. Iya kalau gak dikonsumsi tikus, kalau sobek sana-sini gak laku dipakai belanja.

Apa sih yang ditakutkan nabungke Bank? Takut Banknya kena likuidasi? Kan sekarang ada Lembaga Penjamin Simpanan alias LPS. LPS akan menjamin seluruh dana simpanan nasabah hingga nominal 2 Milyar! Sesuai komitmen LPS yang salah satunya berbunyi: Menyelenggarakan penjamin simpanan yang efektif dalam rangka melindungi nasabah.
Simak Infografis dibawah ini:

Bagaimana, sudah siap menyetor uang koin ke Bank? ^^

4 thoughts on “Ingin Nabung, penghasilan terbatas? Manfaatkan uang koin!

  1. ini mah gue banget
    gue pernah nabung uang receh nyampe 200rb-an pas tinggal di kediri
    dengan modal yang seberat gitu, ternyata masih laku buat beli baju
    pokoknya jangan remehin uang receh, saya setuju

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *