Blogging · Women Interest

Penikmat Seni yang gak bisa ‘Nyeni’

Tahun 2017 sudah masuk bulan ke 2, saya ngapain aja 2 bulan ini? Hmm, sepertinya belum ada kegiatan yang signifikan. Tiap hari masih berkutat dengan ngedraft, ngedraft, ngedraft.. hadiri event? Errr, masih sepi, euy! 😀

Karya seni keren dari ujung bolpen. Image: goaheadpeople(dot)com

Seingat saya 2 bulan ini belum ada undangan even. Saya malah berharap di Surabaya ada pameran seni. Gak ngarep dapat undangan khusus, minimal dapat infonya ajah. Soalnya saya suka dengan sesuatu yang mengandung seni, contohnya Pameran Instalasi Seni. Kalau lagi kangen ‘nyeni’ saya suka melipir ke Museum HoS. Di sana ada galeri seni dibagian belakang cafe. Berkali-kali saya lihat pameran ke sana, dan selalu betah lama soalnya banyak produk yang dipamerkan berbasis local brand

Tak seperti 2 bulan menjelang akhir tahun 2016 kemarin, even di Surabaya hampir tiap hari ada. Sampai bingung saya menyusun jadwalnya. Kayak saya ini jadi blogger even, tiap hari ngider… 😀

Dari sekian even di tahun 2016 yang pernah saya datangi, yang paling mengesankan buat saya adalah pameran pensil. Saya gak nyangka lho, bahwa sebiji pensil kalau dikumpulkan banyak bisa menghasilkan sesuatu yang berharga. Karena namanya pameran pensil, seluruh karyanya dirancang dari bahan pensil. Iya, pensil! Pensil buat nulis, itu!

The Look . Karya seni memang harus di lihat dan dinikmati, kan? 🙂

Foto kiriman Yuniari Nukti (@yuniarinukti) pada

Siapa sangka pensil yang diraut tajam bisa membuahkan karya seni yang luar biasa hingga membentuk benda 3 dimensi. Mulai dari Kapal Pinisi, Charly, hingga Mona Lisa. Saya lupa siapa yang mengidekan karya seni itu tetapi menurut saya idenya super duper keren. Ternyata, sesuatu yang sederhana bisa mengubah kreativitas seseorang.

Saya bukan orang seni, nggambar bebek aja kalau gak dimulai dari angka 2 dulu hasilnya bukan gambar bebek. Lha wong sudah diawali angka 2 aja badan bebeknya bengkak, haha..

Kayak gini, nih! 😀

Bebek dari angka 2
*astagaa, emoticonnya berkumis* 😀 😀

Bakat seni saya kacau pokoknya. Apapun seninya kalau yang berhubungan dengan buku gambar dan cat air, selalu gagal total.

Kesenangan terbesar di dunia adalah menikmati karya seni. Dan kesulitan paling mendalam di dunia adalah menciptakan karya seni ~ Yuniari Nukti ~

Begitulah saya, suka seni tapi gak bisa ‘nyeni’ 😀

Mungkin pengaruh kesenangan kali, ya..

Tapi kalau jahit menjahit, walaupun jahit tangan, saya suka. Suka bukan berarti hasilnya bagus, hehe.. kalau yang berhubungan dengan benang saya suka membuat kristik. SD kelas 6 dulu, saya sudah berhasil membuat kucing lengkap sama blocknya. Tinggal pasang pigora aja, bisa jadi pajangan rumah.

Seindah apapun sebuah karya, tak akan mengurangi esensi keindahannya meskipun terpotong oleh daun pintu

Foto kiriman Yuniari Nukti (@yuniarinukti) pada

Karena sudah berhasil, saya melanjutkan kegiatan itu hingga bisa menghasilkan gambar Masjid Kudus, Lafadz Bismillah, bunga, dan beberapa. Ada yang jadi pajangan, ada juga yang saya simpan aja. Sayangnya kegiatan menjahit kristik saya hentikan karena menurut Ibuk saya, hobi mengkristik membuat saya malas mengerjakan pekerjaan rumah, haha.. cucian baju dan piring banyak terbengkelai.. apalagi pelajaran SMP terlalu memforsir waktu dan pikiran. Sampai hari ini saya masih punya impian mengerjakan kristik, tapi kok takut gak bisa bagi waktu ngeblog, dilema..

Beberapa bulan lalu saya pernah melihat galeri seni di lobby sebuah hotel. Bentuknya bukan pajangan lukisan, tetapi paperbag yang cover luarnya digambar sedemikian rupa menggunakan teknik drawing, brainwash, painting, hingga kolase.
Saya sampai terkesima lihatnya. Gambarnya kreatif, ada yang dicoret ala mural, tulisan dengan kalimat satir, bahkan ajakan berbuat konsumtif. Dari sekian paperbag yang dipajang, tujuan pameran itu sebenarnya baik, yaitu mengingatkan orang untuk hati-hati membelanjakan uang.

IMG-20151212-WA0011

Jika bicara seni, teman-teman suka kesenian apa? Konon, menyukai belum tentu memiliki.. kayak saya, suka lukisan tapi gak bisa ngelukis, hehe..

6 thoughts on “Penikmat Seni yang gak bisa ‘Nyeni’

  1. Banyak kok mbak yang begitu, katanya kolektor barang seni belum tentu juga bisa bikin karya seni.
    Saya kagum sama mereka yang bikin kristik, soalnya butuh banyak diamnya dan detail. Belum pernah coba sih, tapi kayaknya ibu saya (kalau masih tinggal sama ibu) bakal negur gitu juga deh, hehehe

  2. Bebeknya nyeni kok mb yuni xixixii, tapi menurutku itu lebih mirip angsa ahhahhah

    Aku juga suka bikin kristik mb, dulu jaman smp ada muatan lokal menjahit salah satunya bikin keistik, aku bikinnya gambar kucing

  3. Wah ini mah saya banget Mbak.
    Saya suka musik, tapi gak bisa main musik. Cuma suka genjreng2 main, itupun dulu zaman SMA.
    Segala jenis musik saya suka, tapi yg paling di hati cuma jazz. Ini sampai saya keluyuran nonton festival jazz sampai Dieng.
    Festival jazz di Jawa Timur belum sempat saya kunjungi, seperti di Bromo dan Surabaya…

    Salam,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *