#MeluPatroli, malah dihormati. Dikira KasatLantas!

#MeluPatroli, malah dihormati. Dikira KasatLantas!
Judulnya khas koran Memorandum! 😀

P_20151231_190638_NT

Mobil yang saya tumpangi berjalan merambat saat melintas di jalan sekitaran Masjid Agung Surabaya. Menjelang malam pergantian tahun, PKL dan pengunjung yang berada di pelataran Masjid kebanggan Arek Suroboyo sangat padat. Rata-rata PKL menjual aneka pernak-pernik khas tahun baru, yaitu Terompet Tahun Baru. Cuaca malam yang cerah sangat mendukung aktifitas masyarakat yang tak mau ketinggalan merayakan momen tahunan itu.

Sambil menikmati keramaian dari dalam mobil Patwal, @Anggaputs, Mas Polisi ‘seger’ yang mengemudi mobil didalamnya ada saya, Mbak Mira Sahid dan Mas Dito, bergerak perlahan. Di hampir menuju sebuah belokan, Mas @Anggaputs pun mengurangi kecepatan. Di depan sana selain masyarakat yang lalu lalang, ada sekumpulan petugas Polisi Lalu Lintas sedang duduk santai di median jalan sambil ngobrol bersama kawan-kawannya.

Begitu mobil mendekati mereka, secara spontanitas, Pak Polantas yang asik duduk dan ngobrol itu buru – buru berdiri sambil menaruh tangannya di kepala tanda memberi hormat. Yang asik ngobrol mencolek temannya agar berdiri dan menghormat. Yang sibuk menghisap tembakau sesegera membuang puntung sekenanya.

Melihat sikap rekannya yang salah tingkah, Mas @Anggaputs tak tahan menahan tawa. Saya, yang duduk di jok belakang juga heran kenapa mereka harus memberi hormat kepada kami. Saya pikir, apa hebatnya kami? Kami hanya masyarakat biasa, bukan komandan, apalagi pejabat Kepolisian. Kecuali 2 rekan saya yang benar-benar pejabat, Mbak Mira founder Komunitas Emak-emak, dan Mas Dito, Bapak Komunitas Surabaya hehe.. yang tentu juga gak perlu dihormati secara fisik, toh? 😀

Melihat @Mas Anggaputs tertawa, saya mencari sebabnya.

“Kenapa mereka hormat, Mas?”
“Mobil ini HB – 9, Mbak. Dikira kita ini Pak Kasat” jawab Mas @Anggaputs sembari menunjuk kode di kaca depan mobil. HB adalah singkatan Hoofdbureau alias Biro Pusat.

Owalaah.. karena kode itu, toh, mereka menaruh hormat.
Begitu mendengar jawaban logis, seisi mobil pun tertawa tak habis – habis.

Oh, iyaaa..! Saya baru ingat kalau mobil yang saya tumpangi adalah mobil dinas milik Pak Andre Manuputty, Kasatlantas Surabaya. Mobil ini di serahkan buat kami Patroli karena Pak Andre memilih naik motor. Makasih, lho Pak Andre.. hihi.. Bapak baik dan pengertian, deh hehe..

Tak ada pikiran apa-apa saat saya, Mbak Mira, dan Mas Dito naik mobil HB – 9. Ketika bagi – bagi tim, secara acak kami memilih mobil ini. Tak di sangka yang kami naiki malah mobil punya Pak Kasatlantas hehe…

**

Cerita diatas adalah sebagian kecil pengalaman berkesan ketika saya #MeluPatroli pengamanan Tahun Baru bersama Kepolisian Surabaya.

Sebelum mulai #MeluPatroli, saya dan teman-teman netizen ikut apel siaga dulu di jalan Sikatan Surabaya bersama-sama TNI, Dinas Perhubungan, juga dari Pemerintah Kota.

P_20151231_164510
Tim Kepolisian

Kata penyiar radio Suara Surabaya ada 2173 yang personil yang dikerahkan. Entah, dari jumlah itu saya keitung, apa nggak. *penting, ya?* 😀

Selain dinas terkait, pengamanan juga melibatkan adik-adik Pramuka, Komunitas otomotif, dan Komunitas Motor.

P_20151231_163859
Eaaa, narsis dulu doong 😀

Kegiatan apel ini diadakan untuk koordinasi jalannya pengamanan kota Surabaya dalam menyambut malam taun baru berikut pembagian tim di 5 wilayah penjagaan: Bundaran Waru, Brebek, Karang Pilang, Grahadi dan Tugu Pahlawan.

Yang tidak biasa dalam perayaan taun baru di Surabaya tahun ini adalah tidak ada acara Car Free Night di jalan Darmo seperti yang terjadi pada tahun-tahun kemarin. Jadi yang malam tahun baru kemarin memilih ke Taman Bungkul selamat melongo.. gak onok pesta kembang api, Reek.. hihi..

P_20151231_201354
Suasana Taman Bungkul tanggal 31 Desember 2015, jam 20.00

Kabar gembiranya, Bundaran Waru sebagai akses Surabaya – Sidoarja tidak ada penutupan jalan. Enak, tooh.. bisa wash-wesh keluar masuk Surabaya – Sidoarjo. Tapii.. bagi yang nekat lewat dengan motor dilengkapi knalpot brong, siap-siap berhadapan dengan petugas. Kalian…, WANTED!!

Jalannya apel berlangsung lancar. Tak ada huru-hara, kecuali barisan peleton yang berisi blogger. Maklum, kami sudah lupa teori baris berbaris. Yang kami ingat sekarang hanya teori bagaimana supaya hasil selfie terlihat indah hihi..

Niar Pak yang selfie! Saya cuma numpang narsis aja! Suer ewer-ewer, Pak..! *nyodorin Niar* 😀

P_20151231_143209

**

Selama ikut Patroli, Alhamdulillah kota Surabaya aman terkendali. Meskipun jalanan ramai dan banyak yang tidak memakai helm, tapi Polisi tidak ingin menindak.

Melihat banyaknya pengendara tidak memakai helm, saya bilang ke Mas @Anggaputs: “Mas, kenapa mereka gak ditilang?”
“Nggak, Mbak. Biar aja..”
“Capek ya nilang segitu banyak orang gak berhelm?”
“Hehe.. iya, mbak”
“Iyalah, Mas. Biarin aja. Kalau jatuh biar dirasakno dewe. Kalau kecelakaan, kan yang merasakan sakit mereka sendiri”
“Tapi kita juga yang kena repot, Mbak…”

Saya diam. Hmm.. iya juga, ya..

Wes yo Rek, sing gak gelem nggawe helm, nek ciloko ojo njaluk tulung Polisi..

19 thoughts on “#MeluPatroli, malah dihormati. Dikira KasatLantas!

  1. Seru dan asyik acaranya,
    Setuju dengan yang helm Mbak. Kadang helm mereka pakai bukan untuk keselamatan tpi hanya menjaga agar tak ditilang. Durung ngertii yen batuk e nyosor nduk aspal kui Mbak. 🙂

Leave a Reply