Surabaya – Bali, ketemu di Situbondo

Bagaimana perasaan kamu saat di tempat wisata yang luas dengan pengunjung yang padat kemudian ada yang teriak nama kamu melengking dari kejauhan?

Saat di Taman Nasional Baluran Situbondo, ketika asyik foto – fotoan di tengah savana yang membentang, tiba – tiba ada yang teriak nama saya:

“Mbak Yuniiiiii…….!”

Kontan saya tersentak. Lingak – linguk cari arah datangnya suara. Sedetik kemudian saya sadar, saya sedang berada di tempat umum dan disitu ada banyak orang bernama Yuni. Bisa juga ada orang iseng yang menyebut satu nama dengan acak untuk mengelabui orang – orang bernama Yuni. Dan saat semua Yuni menoleh, dia akan menertawai para Yuni – Yuni itu.

Namun, semenit kemudian saya terkesima melihat seorang wanita memakai khimar berlari menuju ke arah saya sambil tersenyum. Eh, eh.. siapa wanita ini? kenapa dia ada disini. Dan kayaknya menuju ke tempat saya berdiri.

Saya lukiskan posisi saya berdiri saat itu.

Usai berfoto di spot ‘sejuta umat’ Taman Nasional Baluran yang ada kepala – kepala bantengnya, kami melipir ke pantai Bama. Pantai yang berlokasi di ujung Taman Nasional. Menuju ke pantai ini mobil harus melalui satu jalur sepanjang 6 kilometer diatas pasir kering berdebu dengan pemandangan lahan savana dan ranting – ranting kering. Semua armada yang lewat, bus, mobil pribadi, dan motor, tak ada yang berhenti di area ini.

Sepulang dari pantai Bama, saya meminta teman menghentikan mobil di pinggir jalan untuk berfotoan sebentar. Spotnya menarik dengan latar belakang gunung Baluran. Selain mobil kami, tak ada mobil lain yang berhenti. Kecuali kendaraan yang lalu lalang dari / menuju ke pantai Bama.

Saat asyik foto – foto itulah ada seorang wanita yang memanggil nama saya. Saya perhatikan lamat – lamat, ternyata wanita itu adalah Mbak Sri Rahayu. Teman blogger yang tinggal di pulau Bali. Siapa sangka kalau orang Surabaya dan orang Bali bertemu di Situbondo? Di Taman Nasional pula. Yang saya herankan adalah, kami jarang bertemu, tapi Mbak Sri bisa mengenali saya dari kejauhan. Padahal saat itu saya tidak sedang menghadap ke arah jalan. Wih, benar-benar terkejut sayaa…..

Setelah salaman dan cipika – cipiki, saya kenalkan Mbak Sri dengan teman – teman blogger yang lain. Sama Mbak Prit dan Upit. Tak lupa juga foto bersama.

Kopdar dadakan di Savana Baluran

Dikirim oleh Rinaldy Purwanto pada 24 Desember 2015

Kata Mbak Sri keberadaan saya sudah terdeteksi dari kejauhan. Gaya dan body nya ‘Yuni’ banget. Mendengar paparan dari Mbak Sri saya tertawa tak habis – habis. Kok bisa, lho…! 😀

Selama ini pas lagi di tempat umum saya kebiasaan mengamati orang – orang di sekitar saya. Iseng aja, siapa tau diantara mereka ada yang saya kenal hehe.. Nah dengan Mbak Sri ini malah sebaliknya. Bukan saya yang mengenali orang, justru Mbak Sri yang mengenali saya haha..

Meskipun pertemuan kami hanya sebentar tapi kopdar dengan kawan dunia maya di dunia nyata menjadi sangat berkesan buat saya. Apalagi ketemunya di tempat umum dan tidak sengaja pulaa…

Terim kasih banyak Mbak Sri.. 🙂

6 thoughts on “Surabaya – Bali, ketemu di Situbondo

  1. Terharu kak Yuni aku bacanya,,,,, hahahaha. Mantabe’ dah anak surabaya bertemu dengan anak Bali ketemu di Situbondo. Semacam Persebaya VS Bali United main di Jogja, hehehehehe pizzzzzzz a

Leave a Reply