Kenal dari kopdar, akrab ketika hunting

“Sungguh bersahabat dengan Anda, membuat hidup ini semakin berwarna-warni”.

Tagline yang sering kita temui di akhir kata penutupan pengumuman kontes di blognya Pakde Abdul Cholik berloncatan dikepala manakala pulang dari acara kopi darat. Kadang tanpa bisa ditahan senyum terus mengembang selama diperjalananan dan akan terus terbayang hingga menciptakan memori indah di album kehidupan. Album yang memancarkan aura warna-warni.

Seringnya diajak kopdar Komandan Blogcamp, saya bisa mengenal lebih banyak teman blog darimanapun berasal. Salah satunya bertemu dengan sahabat blog yang berasal dari Jawa Barat tapi menetap sekota dengan saya, di Surabaya.

Kami menyebutnya Keluarga Cemara. Seringnya kopdar membuat kebersamaan kami bak keluarga. Keluarga Komandan, Keluarga Kang Yayat, Keluarga Mas Benny, Saya dan Suami, Gaphe, Niar, dan Inge sekeluarga,
Kami menyebutnya Keluarga Cemara. Seringnya kopdar membuat kebersamaan kami bak keluarga. Keluarga Komandan, Keluarga Kang Yayat, Keluarga Mas Benny, Saya dan Suami, Gaphe, Niar, dan Inge sekeluarga.
Saat Kopdar Galaxy bersama Pakde sekeluarga, Kang Yayat sekeluarga, Mas Insan, Mas Ridwan, Gaphe, Niar
Saat Kopdar Galaxy bersama Pakde sekeluarga, Kang Yayat sekeluarga, Mas Insan, Mas Ridwan, Gaphe, Niar
Bersama Pakde dan Kang Yayat sekeluarga dan Gaphe
Bersama Pakde dan Kang Yayat sekeluarga dan Gaphe
Bersama Komandan, Om NH dan Kang Yayat
Bersama Komandan, Om NH dan Kang Yayat

 

Merayakan syukuran bertambahnya usia Kang Yayat pada 2012
Merayakan syukuran bertambahnya usia Kang Yayat pada 2012

Namanya Kang Yayat, Sang pemilik blog arkasala.net.

Pertamanya saya mengenal Kang Yayat ketika diajak kopdar kali pertama oleh Kak Julie bersama Pakde, dan Inge juga. Padahal saat itu saya belum pernah sekalipun berkunjung ke blog mereka. Tapi suasana keakraban sudah sangat terasa. Baru sepulangnya saya mulai berkunjung untuk melihat-lihat tulisan-tulisan mereka diblog. Dari kopdar pertama berlanjut ke kopdar kedua, ketiga dan kesekian. Sekarang mungkin sudah lebih dari ke sepuluh.

Dari seringnya kopdar itu, kami bermetamorfosis, dari sahabat maya menjadi sahabat nyata. Suatu hari di akhir tahun 2012 Kang Yayat chatting dengan saya untuk mengajak jalan-jalan ke kawasan tua di Surabaya disekitaran Jl. Gula, Jl. Coklat dan Jembatan Merah. Menurut Kang Yayat, jalanan tua itu bagus untuk diabadikan. Sehingga berangkatlah kami bersama Pakde juga. Pada Minggu pagi.

Mampir sarapan pecel dulu sebelum puter-puter kota Surabaya. Bersama Komandan dan Kang Yayat
Mampir sarapan pecel dulu sebelum puter-puter kota Surabaya. Bersama Komandan dan Kang Yayat sambil menikmati alunan musik Keroncong

Pengalaman hunting foto terasa mengesankan, Kang Yayat berencana ngajak saya jalan lagi ke tempat lain. Ke tempat yang lebih indah untuk diframekan. Rencananya ngajak ke Bromo. Alasannya karena Kang Yayat belum pernah ke Bromo, sedangkan saya sudah 2 kali kesana. Tapi karena saat itu cuaca belum mendukung dan waktunya belum tepat rencana itu hanyalah rencana.

Pada pertengahan Januari 2013, mendadak Kang Yayat mengajak saya jalan ke Bromo. Rencana yang sudah lama menggantung itu ingin kami deal kan. Kami janjian jam 12 malam di Taman Bungkul. Bayangkan jam 12 malam, tet! Cuma kita bertiga aja! Padahal waktu itu saya dan suami hanya menjadi pendamping karena belum punya kamera. Tapi karena hobby saya  jalan-jalan, ajakan itu sangat menyenangkan. Walaupun bagi saya pergi ke Bromo adalah pengalaman untuk ke 3 kalinya, tapi dengan teman yang berbeda, waktu yang berbeda dan suasana yang berbeda membuat perjalanan saya begitu berwarna-warni. Terutama saat melewati hijaunya bukit Teletabis yang indah itu. Nah kalau ini baru pertama saya kesana..

Ekspedisi Bromo. Jepretan kamera Kang Yayat
Ekspedisi Bromo. Jepretan kamera Kang Yayat. Perjalaan ini menghasilkan tulisan yang seru di blog saya disini dan di blog Kang Yayat

Merasa klop satu sama lain, hari demi hari kami makin sering SMS-an. Kadang Kang Yayat BBM-an sama Suami. Terutama kalau mau ngajak hunting foto atau ada ‘penemuan’ baru seputaran fotografi.

Kang Yayat itu orangnya serius tapi santai. Kalau sudah serius belajar sesuatu, Kang Yayat akan serius mempelajari sampai detail-detailnya. Dan enaknya lagi, saya yang tinggal nyontek ke dia. Contohnya ketika sama-sama belajar teknik foto. Kang Yayat yang belajar, dari membaca buku sampai ikut kursus. Saya yang tinggal nurunin ilmunya. Begitupun mengenai dunia blogging, Kang Yayat yang belajar mengenai widget dan teknik seputaran blogging, saya tinggal ngasih username dan password blog. Sudah, tinggal menunggu hasilnya, hihi..

Suatu ketika, Kang Yayat pernah ngajak hunting foto ke Malang. Jarak Surabaya-Malang ditempuh sekitar 2 jam. Dan supaya sampai di Malang sebelum matahari terbit, maka kami janjian di rumah Kang Yayat jam 3 pagi! Iya pagi-pagi buta. Bahkan saya dan Suami sampai tertahan di depan Pos Satpam karena portalnya belum dibuka. Sedangkan penjaganya pada tidur. Sedangkan saya teramat sungkan untuk membangunkannya. SMS Kang Yayat pun gak dibalas. Akhirnya dengan segenap menghalau rasa sungkan, akhirnya saya bangunkan Pak Satpam. Begitu sampai rumah Kang Yayat, masih gelap gulita. Untunglah ada Mbak Lely, istrinya Kang Yayat yang sudah bangun.

Hingga sekarang kami masih suka komunikasi. Kadang kalau saya lagi pengen hunting foto, saya iseng SMS-an Kang Yayat buat ngajak sekalian. Kalau sedang senggang Kang Yayat pasti menyetujui. Sebaliknya, kalau Kang Yayat mau ngajak hunting, Kang Yayat SMS ngajak saya jalan. Sudah banyak tempat-tempat yang kami datangi. Mulai menelusuri candi di Trowulan Mojokerto, Ke Air Terjun Kakek Bodo Pandaan, Ke Kenjeran, Ke Taman Pelangi, dan baru-baru ini mencoba foto cityscape di jalan Basuki Rahmad Surabaya. Kalau lagi ada undangan Kopdar dari Pakde Cholik, kami juga masih ketemuan.

Setiap selesai hunting Kang Yayat selalu rajin memposting hasil foto dan perjalanan. Berikut postingan blog arkasala.net:

Untitled1

Saya dan Kang Yayat di situs pemandian Trowulan Mojokerto. Tampilan ini saya ambil dari postingan Kang Yayat
Saya dan Kang Yayat di situs pemandian Trowulan Mojokerto. Tampilan ini saya ambil dari postingan Kang Yayat

 

 Jalan-jalan Malam di sekitaran Jl. Basuki Rahmad dan Tunjungan Plasa. Tampilan saya ambil dari postingan blog http://arkasala.net/

Jalan-jalan Malam di sekitaran Jl. Basuki Rahmad dan Tunjungan Plasa. Tampilan saya ambil dari postingan blog http://arkasala.net/

Ini hanya beberapa saja bukti kebersamaan saya dan Kang Yayat. Untuk mendapatkan lebih banyak cerita lagi tentang saya disana, teman-teman bisa membuka blog arkasala.net. Disana teman-teman tak hanya menemukan cerita tapi juga suguhan fotografi hasil hunting yang sungguh memukau dan trik-trik fotografi bermanfaat.

Kang Yayat itu bagi saya bukan hanya sebatas teman blog, yang hanya bertukar komentar. Kang Yayat juga bukan saja sebagai sahabat diduniamaya dan dunia nyata tapi juga tempat saya berguru. Kang Yayat juga bukan sekedar teman hunting foto, tapi juga ‘fotografer pribadi’. Kang Yayat juga bukan sekedar teman curhat, tapi juga sahabat yang mau mendengarkan dan memberi solusi hingga masalah tuntas. Kang Yayat bukan sekedar teman serius tapi juga teman haha hihi yang punya segudang humor.

Pokoknya saya beruntung banget bersahabat dengan Kang Yayat. Juga mengenal Mbak Lely yang sabar dan kalem, bercanda bersama si kecil Aiko yang fotogenic serta imut-imut. Dan itu semua saya dapatkan dari hobby ngeblog!

Sekali lagi, Sungguh bersahabat dengan Anda, membuat hidup ini semakin berwarna-warni..

23 thoughts on “Kenal dari kopdar, akrab ketika hunting

  1. Makasih Yun atas apresiasinya.
    Saya juga senang bersahabat dengan kalian berdua …
    Hunting lagi yuk !!! ha ha

  2. salam kenal bu….memang kopdar bisa memberi rasa nyaman dalam mewarnai pertemanan, menjadi plong lega jika membawa diri apa adanya…

  3. Sebagai ring 1 blogcamp …
    tentu saja … persahabatan erat Mbak Yuni dan Kang Yayat tidak perlu diragukan lagi

    This is indeed the beauty of blogging …

    salam saya

  4. Bahagianya kelg cemara nih Jeng Yun. Rasanya setiap kopdar Surabayanan Jeng Yun dan Kang Yayat menjadi bagian cerita Pakdhe. Salam

  5. Kebersamaan dan persahabatan yang indah. Insya Allah nanti kita juga bisa kopdar di Surabaya. Sudah lama juga saya tidak memotret dan belajar sesungguhnya setelah masa mahasiswa. Jadi kangen ^_^

  6. daaaaan…
    daaaaan…

    mengapakah kita masih belum pernah bersua sih mbaaaa???
    Haruskah aku datengin Surabaya inih??
    Perlu didatengin gak niiiih?

    *pengen kopdar tapi kok ngancem yah…hihihi…*

  7. Kang Yayat ini banyak sahabatnya. Tuh Pakde juga bikin postingan tentang Kang Yayat ya? Hehehe..

    Keren Yun.. Selain jago nulis ternyata juga motret. Manteb.. 😀

  8. Kalau saya belum pernah bertemu dengan Kang Yatyatyat. . .
    Tapi kalau serius gituh, saya takuut, Mba.
    Apalagi jam untuk bertemunya jam2 yangm engerikan, jam 12, jam 3. 😆

    Senangnya pada jago photo nih. . .
    Saya juga sudah pernah diphot sama Mba Yun. 😛

  9. Hmm, kopdar rasanya menyenangkan ya mbak.. Keren sampai bisa jalan-jalan bareng ke Bromo. Andai punya waktu untuk bisa kopdar, padahal sama-sama di Surabaya, hiks

    Bagus postingannya mbak. Inspiratif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *