Kopdar lebaran di rumah Blogger Senior

Sejak tinggal di Jombang intensitas kopdar dengan Pakde Cholik menjadi berkurang. Kalau dulu saat masih tinggal di Surabaya, Pakde sering sekali mengundang kami, para blogger-blogger muda, untuk kopdar sambil ngobrol-ngobrol cantik. Tapi sekarang, bisa sih bisa kopdar, tapi harus diperhitungkan dulu secara matang soal waktu yang tak bisa ditolerir. Sebetulnya jarak antara Surabaya Jombang jauhnya masih wajar, paling-paling makan perjalanan 2,5 jam. Namun yang jadi kendala besar adalah bertemunya kami-kami dengan formasi yang lengkap lah yang sulit di satukan. Gak bisa sekompak dulu. Ada yang kerja, ada yang diluar kota, dan banyak sekali ganjalan sehingga acara kopdar di Jombang belum bisa terlaksana.

Hari Minggu kemarin, saya, Mbak Eda, dan Niar bertekad mengunjungi rumah Pakde Cholik di Jombang. Apalagi kalau bukan untuk menjalin tali silaturrahmi sambil unjung-unjung lebaran. Rasanya lebaran belum afdhol kalau belum saliman dengan blogger senior seperti Pakde Cholik hehe..

Rencana bermula ketika saya dan Mbak Eda ngobrol-ngobrol via chatting. Waktu itu saya cerita kalau habis berkunjung ‘riyayan’ di rumah Mbak Avy, teman blogger dari Sidoarjo. Seperti sebelum-sebelumnya kalau lebaran, saya berusaha untuk mengunjungi teman-teman sesama blogger yang tinggal se kota. Dan ini saya lakukan dadakan tanpa woro-woro sana-sini karena memang niatnya mau riyayan (lebaran). Kalau woro-woro dan pakai janjian dulu takutnya malah gak jadi.

Cerita saya riyayan itu direspon oleh Mbak Eda yang bilang, “kok gak ajak-ajak”. Waduh, jadi gak enak sendiri saya. Padahal saya perginya benar-benar dadakan 😀

Lalu Mbak Eda nanya lagi, “Gak ke rumahnya Pakde? Aku lama gak ketemu Pakde”. Terus terang saya pengin banget kesana. Biasanya kalau lebaran setelah sowan di rumah Pakde, saya ke rumah Kang Yayat juga. Tapi ada sebab lain karena beliau-beliau sedang diluar kota jadinya saya cari alternatif lain lebaran di rumah teman lainnya dulu.

“Ke Pakde yuk Mbak!” ajak Mbak Eda. Wah seneng banget dong. Apalagi ada temannya. Sambil chatting kami berdua bahas rencana ke Jombang rame-rame dan berkunjung ke rumahnya Pakde. Kami juga ajak teman-teman yang lain, dan ternyata hanya Niar yang bersedia.

Minggu pagi jam 7 kami berangkat menuju Jombang. Kondisi lalu lintas tak seberapa padat menjadikan perjalanan kami lancar jaya tanpa hambatan. Alhamdulillah kami tiba di rumah Pakde pukul setengah sebelas. Kalau diitung-itung perjalanan kami agak lama. Estimasi jalan 2,5 jam molor jadi 3,5 jam. Itu karena kami saling tunggu-tungguan saat janjian ketemu.

Tiba di rumah Pakde kami disambut dengan hangat. Guyonan khas a la Pakde puas menutupi kekangenan kami. Meskipun kami dipertemukan sebagai teman blogger, tetapi Pakde sudah seperti orang tua kami yang nasehat-nasehatnya walaupun disampaikan secara guyon tapi selalu bermanfaat. Selain aktif ngeblog, saat ini Pakde masih disibukkan dengan terus mengerjakan proyek nulis buku: satu bulan satu buku. Terbukti selama tahun 2015 Pakde sudah menelurkan beberapa
buku bermanfaat . Salah satu yang baru terbit adalah buku berjudul Yuk ibadah di Dumay.

Menikmati bakso di rumah Pakde.  Foto: FB Pakde
Menikmati bakso di rumah Pakde.
Foto: FB Pakde

Selain saya Pakde juga mengundang rekan blogger yang lain. Salah satunya Mas Junaedi Jun, seorang blogger Jombang, yang juga sowan ke Pakde. Jadilah Minggu itu kami lebaran silaturrahmi. Senangnya bertemu teman-teman blogger sambil riyoyoan..

Ditengah-tengah silaturrahmi, Niar dan Ara (putrinya Mbak Eda) asik nyemplung di kolam renang. Sedangkan saya sama Mbak Eda sibuk dengan makan bakso dimeja makan hihi..

Pertemuan yang gayeng. Tak terasa tiba-tiba jam sudah menujukkan pukul 4 sore. Bakda sholat Ashar kami pun pamit undur diri. Matur nuwun Pakde, Budhe, Mas Junaedi Jun, atas sambutannya yang hangat dan luar biasa. Semoga dilain hari kita bisa kembali ketemu dan menjalin silaturrahmi.. 🙂

7 thoughts on “Kopdar lebaran di rumah Blogger Senior

  1. Waaah, asyik neh bisa sowan Pakde rame-rame, beberapa hari sebelumnya saya berdua sama istri. Ohya, itu ada Mas Junaedi juga yaa. Sudah lama saya ingin ketemu Mas Jun, tapi belum kelakon. Mohon maaf lahir dan batin ya, Mbak 🙂

Leave a Reply