Balada nastar

Mendekati lebaran saya suka bikin-bikin kue kering. Terutama kue nastar. Kue kering yang umumnya berbentuk bundar dengan isian selai nanas ini selalu jadi kue yang paling favorit orang serumah, terutama Mas Rinaldy. Wah, dia ini rajanya nastar! Meskipun nggak lagi lebaran, secara mendadak dia selalu minta dibuatin nastar.

Hayoo siapa yang sudah bikin nastaaar, sudah mau lebaran lho ini..

Gara-gara nastar, blog ini terlupakan selama beberapa hari. Seperti ada keasyikan tersendiri saat duduk bersila sambil wiridan nastar 😀

Seandainya tidak kepo dengan resep-resep nastar yang beterbaran di internet, membuat nastar paling-paling hanya beberapa jam. Tepatnya, kira-kira 3-4 jam-an! lama juga yah hehe..

Selama membuat nastar, saya selalu berpedoman dengan resep pemberian teman beberapa tahun yang lalu. Teman saya ini setiap lebaran pesanan nastarnya banyak, dan dia dengan baiknya membagi resepnya buat saya. Tapi demi melihat iklan kue kering yang di dimodifikasi dengan tambahan seperti keju atau dibentuk model ala candy pop, saya kok jadi penasaran sama resepnya.

Berjam-jam saya duduk di depan leppie. Alih-alih mencari resep nastar yang wenak, yang kalau di makan rasanya ‘prul-prul’ empuk sehingga ketika dipajang di toples jadi pusat perhatian semua orang.

Namun apa yang saya dapat ternyata tidak sukses mengubah keyakinan saya. Semakin saya banyak browsing resep, semakin pusing sendiri memilihnya.  Semakin cantik penampilan nastar itu, ternyata semakin rumit bahan-bahannya. Cara membuatnya pun juga ribeet..

Ya, sih, semua memang soal selera. Juga tingkat ketelatenan. Tapi bila berhadapan dengan orang yang serampangan kayak saya, bikin nastar pakai cara modifikasi-modifikasian yang atasnya dikasih taburan kejulah, di celup pakai toping coklatlah, dan aneka bahan agar kue terlihat cantik, stock sabar saya langsung kempes. Awalnya iya semangat, bentuk bulat-bulatnya dibagus-bagusin. Begitu datang rasa jenuhnya, bulat-bulatannya di besar-besarin supaya belenggu nastar ini cepat buyar sehingga saya bisa ndlosor meluruskan punggung hihi..

Nastar nanas
Nastar

Percayalah, bikin nastar itu mudah. Sangat mudah. Bikin adonannya pun gampang. Masalah terbesar yang membuat kue ini lama selesainya adalah membentuk bulatan-bulatannya ituu..

Secara teori sangat sederhana. Ambil sejumput adonan, lalu isi dengan selai nanas, bulatin lagi, trus di putar-putar supaya tampilannya halus. Ini masih tahap pertama. Di tahap selanjutnya adonan nastar-nastar itu harus diolesi dengan kuning telur di bagian atasnya. Terakhir masukkan deh ke dalam oven. Gampaaang, kan..

Sekarang coba bayangin melakukan kerjan begitu dengan pemandangan didepanmu berupa wadah berisi bongkahan besar adonan dengan campuran bahan 2 kilogram terigu. 2 jam, gak bakalan habis tuh adonan! hihi..

Akhirnya, demi kemaslahatan umat, dan demi kebaikan urat punggung, kembalilah saya ke resep andalan yang bertahun-tahun saya gunakan. Walaupun gak ada campuran keju, atau katakanlah toping coklat, yang penting bulatan-bulatan itu masuk kriteria kue nastar. Toh ketentuannya sudah  memenuhi syarat. Di dalam adonan ada selai nanasnya hehe..

Etapi diluaran banyak lho nastar dengan aneka rasa macam-macam. Nggak melulu selai nanas, bahkan sekarang ada nastar durian, nastar nutella, dan nastar rasa lainnya.

Alhamdulillah, setelah di tes oleh beberapa tetangga, nastar saya dibilang enak dan layak konsumsi hihi..

Nastar
Nastar yang sudah keluar dari oven, sementara di tumpuk-tumpuk dulu seperti ini. Sulit dibayangin seandainya kue ini atasnya dikasih toping. Bakal amburadul topingnyaa.. jadi maaf saya tidak sanggup, saya tidak telaten 😀

Hayoo, siapa disini yang lebaran nanti di rumah ada nastarnya, icip-icipan yuuuuk.. 😀

10 thoughts on “Balada nastar

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Yuni… kalau di Malaysia, namanya tart nanas mbak. memang sedap. saya selalu membeli biskut ini setiap tahun. Nastar itu tampak enak ya. Boleh dipelbagaikan isinya. Bikin perut lapar aja nih. Salam Ramdhan dari sarikei, Sarawak. 🙂

Leave a Reply