Janjian ketemu

Dua hari ini ada beberapa teman sekolah SMK saya yang menghubungi via chatting. Tentu senang dong, akhirnya setelah sekian lama putus kontak ketemu lagi di dunia maya. Ngobrol sana-sini sambil bertanya perkembangan terkini soal pekerjaan dan rumah tangga, yang kemudian berakhir dengaaaan.. ngajak ketemuan.

Oke, saya bersedia.
Saya katakan, saya feel free. Mau ketemu kapan, jam berapa, Insya Allah saya bisa hadir. Apa susahnya buat pengangguran seperti saya. Selama gak ada bentrok janji sama acara, saya dipastikan akan hadir. *gaya pengangguran yang sok penting* hihihi..

Kalau saya sudah bilang bisa, gantian saya tanya ke mereka. Mau minta ketemu kapan?

“Baiknya kapan, ya?” tanya mereka balik.
“Mintanya kapan? Saya tadi sudah bilang bisa kapan aja. Pokoknya tanggal berapapun saya manut” sambil jelasin kalau saya ini bebas, belum ada yang nggandoli. Kalian minta kapan, saya akan turuti.

“Ayo tah, Yun, sebutkan tanggal. Biar mereka yang kerja-kerja ini bisa ambil cuti”

Kalau sudah begini, gaya-gayanya bakal berakhir dengan eyel-eyelan. Walau sudah lama gak ketemu, ternyata mereka masih sama seperti jaman masih sekolah. Melontarkan acara sendiri, begitu giliran mastiin jadwal, semuanya amburadul. Dan dalam hati saya tertawa. Sudah hapal sama kelakuan mereka.

Ini bukan janjian yang pertama kalinya. Sebelumnya sudah ada yang ngajak ketemuan. Saya siap, eh dianya dihubungi gak bisa. *tepok jidat sekali*

Besoknya, tiba-tiba dia nginbox saya, “Yun, kemarin kok gak jadi?”
Lhoalaahh.. kok malah dia yang tanya, mestinya saya dong yang nanya.. *tepok jidat dua kali*

Dan sekarang diulang lagi bikin janjian. Padahal hanya membahas tanggal dan hari doang, threadnya bisa sepanjang 100 obrolan!

Kadang-kadang saya ini suka gemes melihat gelagat teman-teman. Mereka yang ngajak janjian, tapi saya di suruh milih tanggal dan hari. Begitu Tanggal dan hari saya berikan, eh, ada aja yang alasan inilah itulah anulah..

Kalau sudah sebelnya keluar, biasanya saya jawab sekenanya, “Wes Mboh, Rek.. sak karepmu!” (Ya sudah, suka-suka kalian aja) sambil pasang emo ketawa nangis.

Maksudnya biar mereka yang aja yang nentuin tanggal. Bakal gak ada habisnya kalau terus-terusan begitu.

Akhirnya keluar juga tanggal yang di nanti. Itu juga setelah mereka yang eyel-eyelan bahas tanggal mereka sendiri. Saya dieeem aja sambil ngup*l hihi..

“Jam berapa, Yun, baiknya”
Hadeeh, masih tanya lagi 🙁
“Minta siang apa sore?”
“Siang aja, Yun, nyaman, tempatnya sepi..”
Supaya segera fix, dan chattingan bergati bahasan, saya jawab dengan tegas, “Jam makan siang, pas jam 12 tet!”

Pada diam, lama.

“Gimana?” tanya saya
“Yun, siang panaas.. kosmetiknya nanti luntur”

Gubrak!
Wes emboh Reeek.. embooohh.. sak karepmuuu!!
Perasaan ngobrol sama mereka bikin tambah pusing pala Ratu Jodha haha..

“Makanya kalau takut kena sinar UV pakainya kosmetik tabir surya. Supaya kulit tetap cantik! Gitu aja kok repot”

SPF30

Akhirnya diskusi panjang lebar kami ditutup dengan satu kesepakatan bulat. Semoga aja janjian ketemu kali ini berakhir dengan sukses. Rencana sih kami mau ketemu pas halal bihalal lebaran bulan depan.

One thought on “Janjian ketemu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *