Jalan-jalan

Mbolang ke Bojonegoro modal tiga ribu

“Mbak, ke Bojonegoro naik kereta apa, ya?” tanya saya kepada petugas ticket di loket Stasiun Wonokromo.

“Ada KRD, Mbak. Harganya tiga ribu. Berangkat jam 10 siang.” Jawabnya sembari mengecek data KTP dan form pemesanan karcis.

Ah, yang bener cuma tiga ribu? Gak salah lihat nih mbaknya, batin saya. Kapan hari saya ke Malang naik Penataran tiketnya Rp. 5.500, lho! Jangan-jangan kuping saya yang salah dengarnya.

Etapi boleh juga tuh, murah meriah harganya…

“Kalau dari Bojonegoro ke Surabaya adanya apa Mbak?” tanya saya lagi. “Tapi yang jadwalnya pualiiingg malam”. Maksud hati beli tiket pulang sekalian.

“Ada, harga lima puluh ribu. Berangkat jam 11 malam”

Buset, selisihnya jauh banget. Masak berangkat tiga rebu, pulangnya lima puluh rebu.

“Tar, Mbak.. yang malam kereta apaan mbak, kok jauh banget beda harganya?” mencoba pastikan lagi.

“Yang malam kereta Kertajaya, Mbak. Sampai di Bojonegoro jam 11 malam”

“Ooh.. kalau KRD malam gak ada ya Mbak?” berusaha cari upaya dapat tiket gratisan hehe

“Gak ada, Mbak..”

“Ya udah buat berangkatnya aja Mbak 2”

“Enam ribu, Mbak”

Saya masih termangu melihat prin-prinan tiket yang ada di tangan saya begitu keluar dari barisan antrian. Kok murah sekali.. hanya dengan uang tiga ribu saja saya akan sampai ke Bojonegoro. Masih dengan perasaan tak habis pikir lantas saya berjalan ke parkiran motor dan membayar biaya parkir  yang tarifnya sama dengan harga tiket kereta KRD Surabaya- Bojonegoro, tiga ribu rupiah!

Dalam hitungan puluhan menit perasaan saya seperti dipermainkan dengan uang tiga ribu. Njomplang banget. Perjalanan Surabaya-Bojonegoro seperti yang tercetak ditiket membutuhkan waktu setidaknya 2 jam 15 menit. Sedangkan harga karcis parkir yang hanya ditipin 15 menit harganya pun juga tiga ribu. Sama-sama tiga ribunya, lho, padahal. Aneh, yo..

Wes mboh lah saya juga bingung. Ngapain ngoyo mikir uang tiga ribu yang penting saya sudah dapat karcis berangkat ke kota Bojonegro. Eh, Bojonegoro hehe..

Kereta KRD Bojonegoro berangkat dari Stasiun Pasar Turi. Walaupun dalam kategori kereta lokal ternyata peminatnya banyak juga. Dan lagi-lagi saya masih tak habis pikir, mbayar karcisnya itu lho kok ya cuma tiga ribuuu… gak sumbut sama mbayar karcisnya. Wes tah, Yun, ojok nggremeng ae, dikek’i murah kok njaluk larang! 😀

Masuk ke dalam kereta, suasananya persis kereta ekonomi Surabaya-Jakarta. Model tempat duduknya, unit ACnya, dan yang paling menakjubkan kebersihan keretanya. Dari hasil penelusuran mata iseng saya, ternyata kereta KRD Bojonegoro ini sebenarnya kereta Kertajaya jurusan Surabaya-Jakarta yang jadwal keberangkatannya sekitar jam 4-5 sore. Lumayanlah nambah-nambahi omset PT KAI.. dari pada gerbongnya nganggur dan duduk-duduk di Stasiun lebih baik dimanfaatkan hehe..

Sudah dulu ya, saya capek, habis pulang dari mbolang, makanya lama baru update hehe..

11 thoughts on “Mbolang ke Bojonegoro modal tiga ribu

  1. wah, mbak. saya selalu langganan KRD klo ke surabaya lho. paling nggak tiap bulan mesti pp Bojonegoro-surabaya. Muraah : )

    Tapi KRD sekitar 2-3 tahun terakhir ini emang diperbaiki manajemennya. Suka banget sekarang KRD biarpun kelas ekonomi & harga super murah, tapi kualitasnya makin mantab.

    Inget dulu zaman kuliah, males banget naik KRD. soalnya keretanya nggak banget. bau, kotor, sesak, dan panas pengab. Seringnya saya berdiri karena “penumpang gelap” (gak bawa karcis) sangat banyak dan mereka (kebanyakan laki2) ogah ngasih tempat duduk meski perempuan berdiri.

    Alhamdulillah sekarang pembenahan di PT. KAI bener2 keren banget. KRD jadi kinclong. “Penumpang gelap” dan penjual udah dilarang dan bakal ditindak tegas kalo ketahuan.

    jadi cinta naik KRD… hehe

    *maaf, kok malah saya jadi curhat

    -salam hangat dari Bojonegoro yaa
    -nisa

  2. Apaa!!! 3000rupiah?!! Naik kereta dr sby ke bjn? Sy dl srg naik KRD sktr 15th lalu dr cepu ke sby. Waktu itu tiketnya sdh 2rb. Dgn kondisi kereta yg sgt tdk nyaman. Kotor bau. Byk penjual. Panas sesak. Byk copet. Skr jd kangen naik KRD . Di sulawesi gak enek sepur.

  3. 10 tahun yg lalu 2.500 rupiah ongkosnya naik kereta..dulu q paling suka naik kerrta freder..bisa jalan” dari gerbong belakang hingga gerbong depan..walaupun berdiri gk dpt tempat duduk tetap menyenangkan maik kereta itu..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *