Beraksi mewujudkan mimpi Indonesia Bebas Korupsi

Lelaki bersafari itu mondar-mandir-mandir dengan ponsel ditelinga. Mukanya gelisah cenderung ketakutan. Kertas berisi angka penuh coretan yang sejak tadi digenggamnya nyaris lusuh karena mengikuti gerakan tangan dan mata. Sebentar-sebentar bicara ditelepon, sejenak kemudian melihat kearah kertas.

Hampir dua puluh menit saya menunggu lelaki bersafari itu selesai menelepon yang kemudian kembali menghampiri saya.
“Gimana, Mbak, bisa?” suaranya mengandung harapan jawaban saya bakal melegakan. Saya tetap berkeras dan berusaha tidak terpancing permintaannya.

Sudah kesekian kali pertanyaan seperti ini ditujukan pada saya. Dan entah yang keberapa kali pula tiap selesai saya beri jawaban dia kembali menelepon seseorang. Dan supaya waktu saya tidak terbuang sia-sia akhirnya saya mengambil keputusan tegas.

Saya bilang kepadanya bahwa saya tidak bisa menyanggupi permintaan pembelian PC Komputer dengan spesifikasi dan harga yang tidak relevan. Bukan saya semena-mena terhadap customer yang mau membeli komputer di toko saya. Terus terang 10 unit PC bagi seorang marketing sebuah rejeki besar. Setidaknya omset saya akan terdongkrak bila akad jual beli ini deal. Tetapi saya juga tidak mau asal jualan. Saya masih ingin posisi saya aman dan rejeki yang didapat halal.

BERSIH  Transaparan tanpa korupsi. Doc. pribadi
BERSIH
Transaparan tanpa korupsi. Doc. pribadi

Sejak awal kedatangan, sikap lelaki ini ganjil. Dia datang pagi-pagi minta dihitungkan harga komputer sesuai spesifikasi yang diminta. Setelah saya hitung didapatlah sebuah harga. Ketika harga itu saya sodorkan lelaki ini minta beberapa item diubah. Memory 4GB diturunkan menjadi 2GB. Harddisk 500GB dikurangi ke 250GB. Padahal meski kapasitas memory dan Harddisk diubah, selisih harga perunitnya tidak banyak. Sayang kalau selisih harga sedikit harus mengubah banyak kapasitas. Ketika saya bujuk agar spesifikasinya tidak usah diubah, lelaki ini menolak. Alasannya ngepasi-in budget.

Ketika hitung-hitungan sudah mendekati deal, lelaki bersafari ini membisiki saya, dia minta notanya ditulis sesuai spesifikasi awal dengan harga dinaikkan per unitnya Rp. 500.000! Ampuunn!
Sudah spesifikasi minta diturunkan, harganya di mark-up pula. Nilainya pun gak tanggung-tanggung. Ini, sih, sudah masuk indikasi korupsi.

Beginilah ujian marketing komputer. Harus siap menemui customer yang minta mark-up harga. Banyaknya item hardware dan mindset masyarakat terhadap komputer yang masih dianggap barang mewah menjadikan mereka pasrah ketika ada pengadaan barang IT. Terlebih CPU rakitan dimana spesifikasi bisa dimainkan seperti bermain congklak.

Saya menyadari mengerjakan proyek pengadaan seperti ini harus pandai ‘bersilat lidah’. Di satu sisi tidak ingin mengecewakan customer karena keterbatasan pelayanan, disisi lain saya juga tidak mau diajak kongkalikong. Saya harus pandai-pandai mengatur bagaimana caranya agar proyek itu saya dapat tapi tanpa embel-embel mark-up harga. “Nanti Mbak saya kasih fee deh” begitu iming-imingnya. Bukan masalah fee tetapi tanggungjawab saya berlapis. Yang pertama tanggung jawab kepada Yang Di Atas karena saya membantu orang lain berbuat tidak jujur. Lainnya saya harus menjelaskan ke pimpinan dan accounting (pembuat nota) mengenai perubahan harga dan spesifikasi. Bisa-bisa pimpinan dan accounting meragukan kejujuran saya. Daripada menimbulkan efek yang tidak baik lebih baik saya menolak secara halus.

Mengerjakan proyek pengadaan komputer tidak semudah menjual barang ke end user, lho. Beban tanggung jawabnya lebih besar menjual ke proyek pengadaan karena harus memberi jaminan hingga beberapa tahun kedepan. Bukan hanya garansi sparepart saja tetapi juga spesifikasi dan harga jual. Marketing harus siap jika sewaktu-waktu ditelepon atau didatangi pihak berwenang terkait proyek pengadaan. Di mark-up atau tidak suatu waktu marketing harus siap dicecar pertayaan seputar barang pengadaan dan harga. Semua ini dilakukan karena ada kaitan terhadap anggaran negara yang dipakai pengadaan.

Jika dirunut lebih mendalam melakukan perbuatan korupsi lebih rumit ketimbang tidak korupsi. Percaya tidak kalau uang hasil korupsi itu cepat sekali habis, belum lagi ketanggungan jantung berdebar selama bertahun-tahun karena suatu saat ada sidak dadakan dari KPK. Saran saya tutup mata saja jika ada peluang yang mengarah ke perbuatan korupsi. Jika jantung sudah memberi isyarat berdebar-debar kencang maka jangan diteruskan.

Kita semua tentu tau bahwa beberapa tahun belakangan pejabat negeri ini banyak yang tertangkap akibat melakukan perbuatan suap. Tanpa pandang bulu mereka ‘ditekuk’ satu demi satu oleh petugas pemberantas korupsi. Tanpa ampun mereka diganjar hukuman berat, ancaman hukumannya seumur hidup. Belum nanti harus mengganti denda pidana yang jumlahnya bisa mencapai miliaran rupiah.

Pengertian Korupsi

Dalam suatu seminar yang diadakan KPK beberapa bulan lalu, saya mendapat gambaran mengenai seluk beluk korupsi, efek berbuat korupsi, dan modus operandi yang sering dilakukan pelaku dalam menjalankan aksi korupsi.

Pak Bambang Widjojanto, narasumber seminar, menjelaskan bahwa tindak pidana korupsi adalah kejahatan terorganisir dan bersifat transnational dengan modus operandi yang terus berkembang. Bahkan untuk memberantas perbuatan korupsi belum ditemukan upaya yang sistematis guna memahami filosofi, anatomi, dan modus korupsi secara utuh. Penyebabnya pelaku tindak korupsi sudah memiliki jaringan yang kuat dan juga memiliki potensi otoritas. Tak sedikit upaya pemberantasan korupsi ini menimbulkan perlawanan dari pelaku.

Dampak berbuat Korupsi

Perbuatan korupsi merugikan rakyat banyak. Seseorang yang berbuat korupsi sama saja dengan mencekik rakyat secara perlahan. Sangat jelas bahwa korupsi membuat rakyat menderita.

Berikut ini antara lain dampak yang disebabkan dari perbuatan korupsi:
1. Dampak sosial dan masyarakat
Pengucuran dana APBN tentu sudah dihitung berdasarkan kebutuhan sektor-sektor demi kepentingan pembangunan disegala bidang. Jika dana yang sudah diatur sedemikian rupa lalu dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk memperkaya dirinya sendiri tentu akan menimbulkan efek merugikan banyak orang. Seperti dana pendidikan yang tidak tersalurkan dengan baik sehingga banyak anak putus sekolah, meningkatnya angka kriminal disebabkan rendahnya tingkat pendidikan, banyak fasilitas umum yang tidak segera diperbaiki (sudah diperbaiki namun tidak bertahan lama karena bahan rendahnya kualitas bahan yang digunakan), meningkatnya angka kemiskinan karena sedikitnya lapangan kerja, dan sebagainya

2. Dampak kerugian negara dan kerusakan lingkungan
Di Indonesia sudah berapa hektar hutan yang ditabang secara liar. Perbuatan pembalakan ini akibat dari buruknya mental penguasa yang hanya mengharap keuntungan semata. Seandainya pemimpin berbuat tegas dan tak terpengaruh iming-iming suap tentu kerusakan lingkungan tidak terjadi.

Begitupula jika kekayaan alam dimanfaatkan secara optimal maka pemerintah tidak perlu melakukan impor bahan pokok. Negara kita yang kaya seharusnya mampu melakukan ekspor. Andaikan negara kita rajin ekspor bahan pokok, tentu akan banyak devisa negara yang masuk dan pendapatan rakyat jadi meningkat

3. Dampak birokrasi pemerintahan
Sering kali rakyat mengeluhkan sulitnya birokrasi di pemerintahan. Bahkan sempat mencuat kalimat “Kalau bisa dipersulit ngapain dipermudah”. Inilah yang kemudian membuat rakyat malas berurusan dengan pemerintahan. Sebagai pelayan masyarakat mestinya petugas bekerja untuk masyarakat.

Bersama mewujudkan mimpi Indonesia Bebas Korupsi

Bisa dibayangkan jika seluruh rakyat Indonesia hidup makmur dan sejahtera dengan segala fasilitas serba ada. Hidup rukun dan damai dengan suasana menyegarkan. Tidak ada orang jahat karena semua berbuat jujur. Bahan pokok tercukupi, pendidikan terpenuhi, fasilitas kesehatan terlengkapi, dan pendapatan perkapita meningkat. Tidakkah itu yang kita harapkan?

Potensi alam nagara kita melimpah hingga KoesPlus membuat lagu dengan menyempilkan sebait lirik “Tongkat kayu dan batu jadi tanaman”. Sesuai bunyi pasal 33 ayat 3 yang terkandung pada UUD 1945: Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Alhamdulillah betapa kayanya rakyat Indonesia..

Lalu bagaimana peran kita untuk mewujudkan itu semua?

Untuk memberantas korupsi saya dan Anda tidak bisa bekerja sendirian. Kita harus bekerjasama saling bahu membahu membumi hanguskan praktek korupsi. Caranya dengan:

1. Dimulai dari diri sendiri
Jika diajak seseorang berbuat korupsi kita harus berani bilang TIDAK. Jika sudah berani menolak dengan tegas maka kita telah berhasil melawan hawa nafsu dan menghentikan indikasi korupsi sebab korupsi dapat terjadi karena kerjasama banyak pihak. Intinya, berbuat baik harus dimulai dari diri sendiri.

2. Memberikan edukasi mengenai buruknya korupsi di lingkungan terdekat
Jika kita sudah mengetahui bahayanya berbuat korupsi maka kita harus membagikan ilmu tersebut kepada anggota keluarga yang lain agar mereka terjaga dari perbuatan yang mengarah kearah korupsi.

3. Kampanye melalui forum dan komunitas

Forum dan Komunitas adalah kelompok yang mudah ditemui disekitar kita. Baik itu komunitas online maupun komunitas di masyarakat. Melalui komunitas ini kita dapat melakukan kampanye dengan menjelaskan seluk beluk korupsi, buruknya bertindak korupsi serta mengajak mencegah berbuat korupsi. Forum-forum itu seperti RT/RW, forum pengajian, perkumpulan PKK, komunitas blogger, Karang Taruna, dan lain-lain, termasuk turut mendukung Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK)

4. Memanfaatkan seseorang yang memiliki banyak massa
Maksud memanfaatkan disini adalah kita memberi kesempatan kepada seseorang yang memiliki andil besar dalam sebuah organisasi untuk menitipkan pesan-pesan terkait pemberantasan korupsi. Misalnya ulama. Jika seorang ulama memberikan nasehat kepada jamaahnya, Insya Allah kampanye anti korupsi dapat berjalan mulus

5. Menggiring kampanye anti korupsi melalui media informasi
Media informasi sangat penting diperlukan sebagai media kampanye. Salah satunya memanfaatkan social media dengan mengunggah tulisan bertema anti korupsi

6. Mengajak teman mengikuti workshop anti korupsi
Dalam workshop biasanya didatangkan narasumber yang berkompeten dibidangnya. Ini menjadi salah satu langkah kita dalam mencerdaskan diri sendiri dan menyerap banyak ilmu bermanfaat. Tidak ada ruginya kok mengikuti workshop karena selain dapat menambah wawasan kita dapat bertemu banyak orang dan mengenal satu sama lainnya.

7. Melaporkan kepada yang berwajib jika ada indikasi praktek korupsi
Praktek korupsi tak bisa dipandang sebelah mata. Walau masyarakat awam kita juga bisa kok memberantas korupsi caranya dengan melaporkan kepada yang berwajib jika ada indikasi praktek korupsi

Korupsi sudah mengakar kuat dinegeri tercinta ini. Untuk memberantas korupsi kita harus bergandeng tangan meraih mimpi demi mewujudkan mimpi Indonesia Bebas Korups. Mari Beraksi!!

Wujudkan mimpi Indonesia Bebas Korupsi

 

Sumber Video:

1. Mars Anti Korupsi Guru-guru PKn Cirebon https://www.youtube.com/watch?v=t0coy6YnH_U

2. Company Profile KPK 2012 https://www.youtube.com/watch?v=DSxFHMVjYsA

16 thoughts on “Beraksi mewujudkan mimpi Indonesia Bebas Korupsi

  1. Keren postingannya Mba Yun. Gedeg kalo lihat orang kayak si bapak itu. Gak malu ya melakukan hal kayak gitu, markup gak jelas. Semoga korupsi segera bisa terhapus dari bumi negeri tercinta ini…

  2. Duh mbak, memang sulit posisi marketer seperti itu. Apalagi kalau sudah diming-iming uang, siapa yang gak tergoda. Naudzubillah ya… semoga kita semua tidak akan terjerumus.

  3. Kalau untuk masalah mark up begini, biasanya alasan saya adalah sistem. Sistem akan tercetak dengan harga batas atas dan batas bawah. Kalau harganya tidak rasional sistem tidak bisa melakukan transaksi.

  4. Penyampaian pesan yang sangat cantik cerdas Jeng Yuni. Memahami beratnya tantangan tugas di pemasaran dan menolak halus elegan permintaan yang tidak rasional.
    Salam hangat

  5. Bukannya saya sok suci atau bagaimana …
    tetapi … saya itu paling “eneg” kalau ngeliat ada oknum yang “ngemplang” atau markup sesuatu …
    sopir di SPBU … sering minta bon kosong …
    bagian pembelian … minta kuitansi kosong …
    seksi konsumsi … minta jatah catering … dsb dsb dsb …
    eneg banget mbak …
    pengen nggampar side A … side B rasanya … hahaha

    semoga ke depannya Indonesia bisa semakin bersih …. tidak bisa sekaligus … tetapi memang harus secara bertahap …

    salam saya Mbak Yuni
    (8/12 : 6)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *