Voucher Belanja

21 comments 3613 views

Perasaan tanggal 30 lamaaa sekali. Lihat kalender masih aja tanggal 20 sekian. Kalenderku yang salah apa memang kantongku yang duluan jebol huahaha..

Baru terasa kemarin, pas libur hari Sabtu, bahwa ternyata duitku tinggal recehan duaribu. Itupun uang mulus-mulus yang sebenarnya teramat sayang untuk dipakai belanja.

Kebetulan liburan kemarin ponakan pada main kerumah. Dan entah kenapa mereka minta ke Carrefour.

“Ma.. ma.. Mama gak nang kefun?” tanya Titha, usianya 3 tahun.
“Ngapain nang Carrefour?” tanya saya
“Beli beli baju atau sepatu gitu lho, Ma”
Gubrak!

Oalah, anak kecil sekarang cerdas-cerdas yah, sampai tau kalau Carrefour jualan baju sama sepatu.
Gak tau apa ya kalau Mamanya lagi tongpes hihi..

“Gak usah Carrefour, ya. Kita ke Kebun Bibit aja. Nanti bawa kacang panjang yang buanyak buat kasih makan Rusa”

Titha mengangguk. Tak lama kemudian, “nanti pulangnya ke Carrefour, ya, Ma”

Hastagahhh!!!
Kenapa itu lagi yang diucapkan.

Sungguh, teramat miris kalau ada anak kecil minta tapi saya gak bisa menuhi. Apa sih, paling yang diminta jajanan. Biasanya juga minta susu sama nyam-nyam.

Pagi itu jadilah berangkat rame-rame ke Kebun Bibit. Saya dan Mas Rinaldy, Mas saya dan istrinya plus 2 anaknya, Galih dan Titha. Sama satu lagi, Rama. Totalnya ber 7.

Galih, Titha, Rama di Kebun Bibit Surabaya

Galih, Titha, Rama di Kebun Bibit Surabaya

Lumayan lama juga kita disana. Main ayunan, slurutan dan lihat binatang. Apalagi ketambahan sodara yang datang bergabung. Makin banyaklah jumlah kita. Asiklah, makin banyak, makin rame.

“Habis ini ke carrefour, yuk”
Tuhkan cocok deh! Libur-libur mainnya ke Mall. Penderitaan ini makin klop! 😀

Di Carrefour saya merasa agak gimana gitu. Soalnya ini.. anu.. kami datangnya rame-rame. Kesannya seperti rekreasi yang salah sasaran hihi
Bayangkan *cukup bayangkan saja* jumlah kami orang dewasanya menjadi 8 orang. Sedangkan anak-anaknya menjadi 5 orang. Semuanya jadi, 13 jiwa! Beugh!

Untuk memperingkas supaya anak-anak gak ribet, yang usia 3 tahunan (2 anak) saya masukkan ke dalam troli. 3 anak lainnya kami berbagi jaga supaya tidak muncul keributan. Bukan apa-apa saya takut mereka lari-lari lalu menabrak rak yang kemudian membuat suasana rapi menjadi amburadul. Musuh arek-arek ini ribet 😀

Rejeki buat mereka, begitu masuk Carrefour kami disambut Mbak-Mbak SPG yang membawa gelas berisi tester susu. Untung si Mbaknya baik, mereka langsung dikasih satu persatu. Adegan selanjutnya apa coba?

“Ma, susu lagi, Ma!”
“Aku iyo, mau lagi yang stroberi”
“Aku iyo, lho”

Hayyahh..
Ini anak pada bikin pala saya malu. *kepala kok malu* 😛

“Silakan, Bu.. ini ada susu bla-bla.. kaya vitamin bla-bla.. dan cocok untuk usia bla.. bla..”

Ya udah, ujungnya ambillah kami berkotak-kotak susu.

Singkat kata, belanjaan kami banyak berisi susu, biskuit, minuman botol, sama satu lagi sepatu. Sepatu siapa? Mas Rinaldy lah.. dia kan gak mau kalah sama ponakannya hihi..

Kok bisa beli sepatu, ngakunya gak punya duit.
Kan ada simpenan voucher haha..

Voucher Carrefour hasil dari blog yang masih tersisa :D Voucher ini jurus andalan tanggal tua hehe..

Voucher Carrefour hasil dari blog yang masih tersisa 😀
Voucher ini jurus andalan tanggal tua hehe..

Pas dikasir ternyata saya hanya bayar sepatu aja. Yang makanan sudah ada yang bayarin. Padahal niat saya mau saya bayar semua pakai voucher. Supaya jumlahnya pas dengan nominal voucher. Sayang kalau harus sisa, kan.

Ternyata voucher Carrefour sekarang itu unik. belanja gak harus sesuai nominal yang tertera di voucher. Biasanya kalau belanja dibawah nominal kan sisanya hangus. Kalau ini nggak. Sisanya masih bisa dipakai lagi selama masa aktif voucher.

Seperti yang terjadi kemarin. Saya bayar sepatu seharga Rp. 139.000. Voucher yang saya gunakan 2 x Rp. 100.000. Sisanya berarti tinggal Rp. 61.000,-. Sisa itulah yang masih bisa dipakai belanja kembali. Enak, kan.

Ada kejadian konyol. Voucher sisa itu kemarin saya kasihkan ke sodara yang telah berbaik hati bayarin belanja. Maksudnya buat ganti uang dia tadi bayar di kasir. Walaupun sebenarnya dia menolak.

“Udahlah, pke aja. lumayan lho nampuluh rebu” kata saya.
“Serius bisa dipakai?”
“Bisa! Percaya ma saya!”

Akhirnya dia balik lagi masuk ke dalam belanja. Anak-anak sudah aman karena mereka sibuk mandi bola.

Tak lama kemudian.

“Aduh, capek aku. Sudah ambil banyak barang begitu dihitung dikasir vouchernya masih sisa duapuluh rebu”

Kami pun riuh.

Lalu Mas saya teriak “Mana, mana, sini biar kupakai beli minuman”

Balik lah Mas saya masuk ke dalam Carrefour lagi.

“Gimana, nambah duit berapa?” tanya saya
“Gak nambah, masih sisa Rp. 650,-“
Oalah yoo… gitu kok ya masih juga disisain.

Dalam hati saya mikir, bagaimana ya ekspresi kasir kalau melihat voucher itu keluar masuk mesin barcode. Andaikan manusia, mesin barcodenya bakal mengelus dada sembari bilang “cek nemene se arek-arek iki” haha..

Kalau melihat sistem voucher Carrefour seperti itu saya rasa gak rugi juga kalau diperjual belikan atau buat dikasih orang. Soalnya masa aktifnya lama, setahun. Dan lagi gak harus maksa belanja dengan nominal yang tertera di voucher. Jadi bisa hemat belanjanya 🙂

author
Author: 
loading...
  1. author

    Tatit Ujiani2 years ago

    Hhahaha….ealah voucher penyelamat di tanggal tua ya. Balada emak2 seperti aku 🙂

    Reply
    • author
      Author

      Yuniari Nukti2 years ago

      Kalau sudah gak memungkinkan mengeluarkan uang, voucher ini jadi jurus andalan, Bu 😀

      Reply
  2. author

    cheila2 years ago

    Jadi sepatunya mas rinaldi baru ye..eciyeeee…..
    Klo di sini gak ada cerfur mbak….

    Reply
    • author
      Author

      Yuniari Nukti2 years ago

      Cheila malah bahas sepatu. Tau gak sih, sakitnya tuh disini *nunjuk sandal butut* 😀

      Reply
  3. author

    isnuansa2 years ago

    Barutahu saya, Mbak, kalo voucher kerfur bisa dipakai berkali-kali… Tiap kali pakai, sengaja harus ‘nambah’ dengan cash, karena voucher lain juga biasanya begitu, kalo sisa nggak bisa dikembaliin dan dipakai lagi.

    Reply
    • author
      Author

      Yuniari Nukti2 years ago

      Dulu saya juga begitu Mbak. Sebisa mungkin jangan kurang dari nominal supaya ssanya gak hangus. Sekarang sudah gak gitu lagi, belanjanya bisa dihemat 🙂

      Reply
  4. author

    Hilda Ikka2 years ago

    Mbak Yuni… bagi vouchernya ke sini dong 😀

    Reply
  5. author

    Riski Fitriasari2 years ago

    beneran nih Mbak, di sini kasirnya nggak bilang vocher ga hangus kalo sisa. dia main diam aja.

    Reply
    • author
      Author

      Yuniari Nukti2 years ago

      Dibelakang voucher ada ketentuannya, Mbak. Dikasir juga begitu, sebelum bayar saya pastikan lagi sisanya masih boleh dipakai lagi 🙂

      Reply
  6. author

    Una2 years ago

    Wahahaha, Carrefour kan juga tempat rekreasi yang menarik 😀 😀
    Baru tau nih Mbak, menarik juga… coba nggak ada tanggal kadaluarsanya kayak MAP lebih oke lagi tuh hihihi…

    Reply
  7. author

    irmasenja2 years ago

    Duuhhh udh lama ga dapet voucher nih mak :)))
    Aku baru tau voucher bisa gitu mak, selam aini ya kalo belanja ngabisin itu voucher. meski gak butuh pun kdg dibeli krn sayang kalo disisain .

    Reply
  8. author

    Lidya2 years ago

    belanja bareng yuk mbak 🙂

    Reply
  9. author

    HM Zwan2 years ago

    baru tahu mbk,makasih ya infonya..siapa tau gitu bentar lagi dapet segepok voucher carefur hehehe…cieeee sepatu baru nih mas rinaldy

    Reply
  10. author

    Dwi Puspita Nurmalinda2 years ago

    wah kalo spt aku mau juga mbak Yun,,,itu mah juga rezeki kalo beneran diikasih,,,hahahaha,,,pissss

    Reply
  11. author

    Melly Feyadin2 years ago

    Hahaha..emang gitu klo belanja pake voucher, sambil ngambil barang dihitung2 dulu, jgn sampe lebih apalagi nyisa wkwkw

    klo masih ada sisa, muter2 lg nyari barang yg pas.

    tp seru ya mbak, belanja gratiiiis

    Reply
  12. author

    Orin2 years ago

    Qiqiqiqiqi….sisanya buat tanggal tua bulan depan ajaaa mbak Yun 😀

    Reply
  13. author

    lozz akbar2 years ago

    Ma..ma saya belikan sepatu juga dong.. pokoe tak todong sampean nanti mbak Yun kalau aku ke Surabaya… mumpung stok vouchernya masih banyak

    Reply
  14. author

    Idah Ceris2 years ago

    Asyik ya, ayaknya memang lengkap.
    Di Banjar belum ada Carepur, Mbak. 😀

    Reply
  15. author

    @bangsaid2 years ago

    Wahh… aku juga beru tahu. Inovasi yang bagus nih Carrefour. Maklum ga pernah belanja di Carrefour. Lebih sering di TipT*p atau minimarket si domar/albi yang deket, Voucher mereka gitu, kalo belanja kurang dari nominal ya hangus

    Reply
  16. author

    Beby2 years ago

    Hahah.. Aku jugak sukak ke sana Mbak, belanja bulanan sama Mama 😀

    Reply

Leave a Reply